KAPOL.ID – Tingginya intensitas hujan yang memicu genangan air di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta berimbas pada jadwal perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung.
Demi menjamin keselamatan dan keamanan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung terpaksa melakukan rekayasa pola operasi, Salah satunya dengan membatalkan sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh pada Minggu (18/1/2026).
Kondisi genangan air di jalur rel mengakibatkan keterlambatan perjalanan yang cukup tinggi, sehingga berisiko mengganggu stabilitas operasional dan keselamatan secara keseluruhan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, merinci beberapa rangkaian kereta api yang terdampak pembatalan pada hari ini, di antaranya:
1. KA (129) Papandayan relasi Garut – Gambir (Berangkat Garut 12.40 WIB, Bandung 14.54 WIB).
2. KA (173-172) Ciremai relasi Bandung – Cikampek – Semarang Tawang (Berangkat Bandung 16.55 WIB).
3. KA (133) Parahyangan relasi Bandung – Gambir (Berangkat Bandung 11.05 WIB).
4. KA (137) Parahyangan relasi Bandung – Gambir (Berangkat Bandung 13.05 WIB).
Kuswardojo menegaskan bahwa pembatalan ini merupakan langkah preventif. Pihaknya tidak ingin memaksakan operasional di tengah kondisi prasarana yang terdampak air demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Rekayasa pola operasi dilakukan karena kelambatan yang sudah sangat tinggi. Fokus utama kami adalah keselamatan,” ujar Kuswardojo dalam keterangan resminya
Bagi penumpang yang sudah memiliki tiket pada jadwal tersebut, PT KAI memberikan kompensasi penuh. Tiket dapat dibatalkan melalui loket stasiun atau layanan Contact Center KAI 121 dengan pengembalian bea sebesar 100 persen (di luar biaya pemesanan).
Proses pengembalian dana (refund) dapat dilakukan hingga batas waktu tujuh hari (7×24 jam) sejak tanggal keberangkatan yang tertera di tiket.
Hingga saat ini, Daop 2 Bandung terus melakukan koordinasi intensif dengan wilayah Daop terdampak untuk memantau kondisi prasarana di lapangan.
“Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi KAI secara berkala.” pungkasnya. (Jm)












