PENDIDIKAN

Tinjau Proyek USB SMAN 20 Bekasi yang Tak Kunjung Tuntas, Komisi V DPRD Jabar Warning Pihak Pelaksana

×

Tinjau Proyek USB SMAN 20 Bekasi yang Tak Kunjung Tuntas, Komisi V DPRD Jabar Warning Pihak Pelaksana

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Sorotan tajam mengarah pada progres pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMA Negeri 20 Kota Bekasi. Pasalnya, hingga memasuki awal Februari 2026, proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2025 tersebut tak kunjung tuntas, meninggalkan sejuta tanya bagi para siswa yang sudah lama mendamba gedung sendiri.

Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat jajaran Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan Unit Sekolah Baru (USB) tersebut menjelang tahun ajaran baru, Rabu (4/2/2026).

​Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, tak bisa menyembunyikan keheranannya saat mengecek detail fisik bangunan. Selain progres yang lambat, ia menemukan keganjilan teknis pada fasilitas sanitasi.

​”Temuan di luar dugaan kami adalah toilet di dalam RKB tidak dilengkapi exhaust vent (ventilasi udara). Ini sangat rawan, bau bisa masuk ke ruang kelas. Orientasi kami tetap satu, yakni kebermanfaatan bagi siswa,” tegas Yomanius

​Ia menambahkan, dari rencana 20 ruang kelas yang diproyeksikan, sejauh ini baru 10 ruang yang terlihat wujudnya. Akibatnya, pemanfaatan gedung pun terpaksa dilakukan secara bertahap, jauh dari kata ideal.

​Senada dengan Ketua Komisi, Anggota Komisi V DPRD Jabar, Lilis Nurlaila, menilai pengerjaan proyek ini terkesan “ngos-ngosan”. Berdasarkan data di lapangan, fisik bangunan baru menyentuh angka 72 persen, sementara waktu pengerjaan sudah di ujung tanduk.

​”Waktu penyelesaian semakin terbatas. Perlu komitmen semua pihak agar ini tuntas tepat waktu,” ujar Lilis.

​Ironisnya lagi, SMA Negeri 20 Bekasi yang sudah berdiri sejak 2016 ini ternyata masih menyandang status “kontraktor” alias menempati lokasi sewa. Dengan jumlah siswa mencapai 750 orang, mereka harus rela belajar bergantian dengan sistem shift yang melelahkan.

​”Akses menuju sekolah pun masih pelik karena melintasi lahan pihak lain. Ini perlu koordinasi lintas instansi, termasuk Pemkot Bekasi dan Bina Marga,” tambahnya.

​Sementara itu, legislator Irpan Haeroni mewanti-wanti agar sisa pekerjaan yang diproyeksikan rampung dalam 15 hingga 20 hari ke depan tidak digarap secara tergesa-gesa. Ia menekankan agar kualitas bangunan tidak dikorbankan demi mengejar target waktu.

​”Jangan sampai dikebut tapi kualitasnya buruk. Harapannya segera selesai agar siswa lebih semangat belajar dan tidak ada lagi kendala dengan masyarakat sekitar,” kata Irpan.

​Di tempat yang sama, Kepala SMAN 20 Kota Bekasi, Sri Suwarsih, hanya bisa menggantungkan harapan pada keberlanjutan anggaran tahun 2026. Baginya, memiliki gedung yang representatif bukan sekadar soal fisik, tapi soal martabat dan kenyamanan belajar siswa agar bisa masuk dalam satu shift yang sama.

​Kini, bola panas penyelesaian proyek ini ada di tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Akankah SMAN 20 benar-benar memiliki “rumah” yang layak tahun ini, atau kembali harus bersabar dalam ketidakpastian?