PENDIDIKAN

Ubah Kotoran Sapi Jadi Berkah, Telkom dan Tel-U Pasang ‘Reaktor Ajaib’ di Desa Musuk Boyolali

×

Ubah Kotoran Sapi Jadi Berkah, Telkom dan Tel-U Pasang ‘Reaktor Ajaib’ di Desa Musuk Boyolali

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Langkah nyata PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam mendorong pembangunan berkelanjutan bukan sekadar isapan jempol. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), emiten telekomunikasi merah putih ini menggandeng Telkom University (Tel-U) untuk menghadirkan solusi konkret bagi warga di pelosok Jawa Tengah.

​Bertempat di Kampung Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, kolaborasi apik ini melahirkan penyerahan empat unit biodigester kepada masyarakat setempat, Jumat (6/2/2026) lalu. Langkah ini menjadi bagian dari inisiatif Digital Collaboration for Sustainability (DCS) yang menyasar sektor energi bersih dan pengelolaan limbah berbasis kemasyarakatan.

​Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Tel-U yang juga nakhoda Center of Excellence (CoE) Sustainable Energy and Climate Change, Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T., kepada Ketua Gapoktan Dukuh Pokoh, Maryanto.
​Dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026),

Prof. Jangkung menekankan bahwa kunci kemajuan desa terletak pada kolaborasi tepat sasaran antara dunia industri dan perguruan tinggi.

​“Kami berharap biodigester ini dikelola mandiri oleh warga. Bukan hanya sebagai energi alternatif, tapi juga pendongkrak taraf hidup dan kemandirian warga desa,” ungkap Prof. Jangkung.

​Gayung bersambut, Ketua SDGs Center Tel-U, Dr. Runik Machfiroh, mengapresiasi dukungan penuh Telkom. Menurutnya, tanpa sinergi pendanaan dan visi yang sama, program pengabdian masyarakat sulit memberikan dampak yang instan dan berkelanjutan bagi warga.

​Reaktor Pintar Pengolah Limbah
​Bagi warga Dukuh Pokoh, kehadiran biodigester ini bak “reaktor ajaib”. Sistem tertutup ini mampu menyulap limbah organik, terutama kotoran sapi, menjadi biogas melalui proses biokimia yang ramah lingkungan.

​Tak hanya berhenti di gas untuk keperluan dapur, alat ini pun menghasilkan bio-slurry atau pupuk organik cair sebanyak 10 hingga 20 liter per hari. Inilah wujud nyata ekonomi sirkular; limbah yang tadinya dibuang, kini kembali menjadi manfaat dan bernilai ekonomi.

​Sementara itu, Asisten Manager SDGs SRC PT Telkom Indonesia, Suleksono, menitipkan pesan agar bantuan ini dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.

​“Kami berharap kelompok tani di Dukuh Pokoh merawat dan memanfaatkan biodigester ini secara maksimal. Jika berhasil, tentu ini membuka peluang untuk mengembangkan inisiatif serupa di wilayah lain,” tegasnya.

​Suleksono menambahkan, kolaborasi dengan Telkom University merupakan wujud nyata sinergi korporasi dan institusi pendidikan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.