KANAL

Wali Kota Bandung: Jangan Ada yang Bermain Pungli di Atas Duka Warga

×

Wali Kota Bandung: Jangan Ada yang Bermain Pungli di Atas Duka Warga

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bawah komando Muhammad Farhan benar-benar ingin memanjakan warganya. Tak sekadar janji, komitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, gratis, dan bersih dari praktik pungutan liar (pungli) kini menjadi harga mati.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, urusan administrasi kependudukan (adminduk) kini harus tuntas di tingkat kewilayahan. Ia tak ingin lagi mendengar warga kesulitan mengurus hak dasarnya.

​“Tidak boleh ada pungutan sepeser pun dalam layanan administrasi kependudukan. Semua harus gratis dan cepat,” ujar Farhan

​Satu hal yang menjadi sorotan tajam Farhan adalah penerbitan akta kematian. Ia mematok target tinggi: dokumen tersebut harus sudah di tangan ahli waris maksimal tiga hari setelah pemakaman.

​Bukan tanpa alasan, Farhan memahami betul bahwa akta kematian adalah “kunci” bagi keluarga yang ditinggalkan untuk mengurus berbagai keperluan, mulai dari perbankan, pensiun, hingga hak waris.

​Untuk memangkas birokrasi, Pemkot Bandung melakukan terobosan dengan mengawinkan aplikasi Simpelman milik Diciptabintar dan Salaman dari Disdukcapil. Hasilnya? Begitu ada laporan kematian, sistem langsung bekerja dan dokumen diantarkan langsung ke pintu rumah warga.

​“Setiap laporan kematian kini langsung diproses dan diantar ke rumah keluarga. Kita ingin meringankan beban warga di saat mereka berduka,” katanya.

​Gerak cepat Pemkot Bandung juga menyentuh urusan peristirahatan terakhir. Kehadiran TPU Terpadu Cibiru yang diresmikan Mei 2025 lalu menjadi bukti nyata. Di sini, keberagaman dijunjung tinggi dalam satu kawasan yang melayani warga Muslim, Kristen, Katolik, hingga penghayat kepercayaan.

​Sesuai Perda Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2023, Farhan memastikan seluruh layanan pemakaman umum tanpa dipungut biaya. Mulai dari petak makam, gali-urug, hingga mobil jenazah, semuanya ditanggung negara.

​Untuk menjaga komitmen ini, Farhan tak segan menggandeng TNI dan Polri guna memelototi area pemakaman agar bersih dari tangan-tangan jahil premanisme atau oknum pungli.

​”Ketersediaan fasilitas pemakaman adalah kebutuhan mendasar. Jangan ada lagi yang bermain-main dengan pungli di atas duka warga,” tegasnya lagi.

​Borong Penghargaan di Gedung Sate
​Kerja keras ini rupanya tidak sia-sia. Kota Bandung baru saja “panen” penghargaan di ajang Adminduk Prima 2025 yang digelar di Aula Barat Gedung Sate. Empat penghargaan bergengsi sekaligus disabet, termasuk predikat Wali Kota sebagai Pembina Terbaik.

​Penghargaan tersebut menjadi legitimasi bahwa transformasi digital melalui aplikasi Simpelman dan Salaman bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan solusi nyata. Kini, urusan pemakaman hingga integrasi data pernikahan di KUA sudah dalam satu genggaman sistem yang transparan.

​Bagi Farhan, esensi pelayanan publik yang sukses justru saat masyarakat merasa “biasa saja” karena segalanya berjalan lancar tanpa hambatan.

​“Layanan publik yang hebat adalah layanan yang tidak dianggap, karena memang sudah seharusnya (berjalan baik),” pungkasnya (Am)