KABAR PEDESAAN

Warga Cipatat Taraju Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

×

Warga Cipatat Taraju Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Taraju, Andiana pakai peci didampingi ketua Bumdes Taraju Gemata Taufan, menunjukan Paving blok sampah di Kampung Cipatat Rt 17/1 Desa Taraju. Selasa (2/3/2021)***

KAPOL.ID- Sampah bagi sebagian besar orang dianggap barang kotor dan bahkan jadi biang penyakit. Namun di tangan warga Kampung Cipatat, Desa Taraju, Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya malah menjadi barang berharga.

Warga Dusun Cipatat tersebut berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan berguna yang multi guna yakni berhasil diolah menjadi paving block dan bernilai jual tinggi.

Sedangkan untuk sampah organik seperti sampah sayuran, buah, sampah pasar yang mudah terurai  dimanfaatkan olah warga untuk dijadikan budidayaka  magot yang bisa dijadikan pakan ikan dan burung.

Pengolahan sampah menjadi paving block dan sampah organik untuk budidaya magot itu di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Taraju.

Kepala Desa Taraju, Adriana didampingi Ketua BUMDes Desa Taraju, Taufan mengatakan saat ini pihak BUMDes sudah bisa mengolah sampah menjadi barang bernilai jual tinggi.

“Alhamdulillah kita bisa mengolah sampah yang dianggap biang masalah menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi,” katanya Selasa (2/3/2021).

Pembuatan paving block sendiri kata dia diolah dengan cara yang sangat mudah. Di mana sampah plastik  dibakar dalam drum hingga cair. Lalu cairan plastik dimasukan ke alat cetak pres manual dan dibiarkan beberapa saat.

“Kemudian cetakan pres dimasukan ke dalam air agar cairan cepat mengeras.lalu paving blok  dikeluarkan dari alat cetak dan dibersihkan,” katanya.

Sebuah paving blok berwana hitam mengkilap dan tahan pecah sudah jadi. Dan untuk sebuah paving blok dibutuhkan kurang lebih 3 kg sampah plastik,” tambah Taufan.

Hasilnya sangat luar biasa dan memiliki nilai jual yang lumayan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan yang paling penting bisa mengurangi penumpukan sampah di wilayah Taraju. (Jalal)***