SOSIAL

Warga dan Aktivis Kesal, Alun-alun Singaparna Banjir Terus

×

Warga dan Aktivis Kesal, Alun-alun Singaparna Banjir Terus

Sebarkan artikel ini
Karena kesal, warga dan aktivis PK KNPI Kecamatan Singaparna menaburkan benih ikan ke dalam genangan air di jalan salah satu sisi Alun-alun Singaparna.

KAPOL.ID–Lagi-lagi genangan air merendam jalan salah satu sisi Alun-alun Singaparna. Ketinggiannya sampai sebetis orang dewasa. Fenomena semacam itu selalu terjadi setiap kali turun hujan, baik gerimis maupun hujan lebat.

Warga kesal juga. Sampai-sampai ada yang memasang plang bertuliskan “Wisata Pantai Singaparna”. Menurut Eri (45), salah satu warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar Singaparna; itu merupakan bentuk protes terhadap pemerintah.

“Saya tidak tahu siapa yang pasang itu (tulisan Wisata Pantai Singaparna, Red.), yang jelas itu aspirasi warga. Karena sudah sering, hujan sedikit saja pasti ada genangan. Kondisi lalu lintas jadi macet, ke pedagang juga mengganggu. Ini karena tersumbat, tapi tidak tahu sama sampah atau apa,” kata Eri, Kamis (1/7/2021).

Bentuk protes sebagian aktivis lain lagi. Misalnya PK KNPI Kecamatan Singaparna yang mengekpresikan kekecewaannya dengan cara menabur benih ikan ke dalam genangan. Kata Ketua PK KNPI, Zamzam J Maarif, pihaknya kesal karena sudah berkali-kali melayangkan kritik ke pemerintah, tapi kenyataannya tetap sama.

“Kami bahkan sempat berpikir, apakah ini cerminan dari buruknya kinerja pemerintah? Pemerintah ini kerjanya apa, sih? Apakah jajaran Dinas terkait tidak pernah melalui tempat ini, sehingga tidak ada sedikit pun gerakan untuk memperbaikinya,” sembur Zamzam.

Perbaikan drainase yang luput dari sentuhan pemerintah, lanjut Zamzam, boleh jadi identik dengan ketidakmampuan pemerintah dalam pembangunan; atau bisa juga mencerminkan pemerintahan yang selalu kumuh. Logikanya, jika drainase saja yang kecil terabaikan, maka apalagi hal-hal yang lebih besar.

“Urusan yang terlihat dan terasa saja abai seperti ini, bagaimana dengan hal-hal lainnya seperti pasar dan terminal. Ini kan ibu kota, bukan kota tua yang tidak terurus. Apakah ini gambaran kinerja Pemkab Tasikmalaya; kotor, kumuh, dan tak terurus?” Zamzam mempertanyakan.