KANAL

Warga Garut Rela Antre Demi Minyak Goreng

×

Warga Garut Rela Antre Demi Minyak Goreng

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Beberapa minggu ini antrian masyarakat pada setiap harinya menjadi hal yang menarik disetiap swalayan atau alfamart di Kabupaten Garut.

Itu terjadi semenjak harga minyak goreng kemasan melonjak dipasaran.

“Harga normal paling mahal sebesar Rp 30.000 dan sekarang menjadi Rp 42.000,” kata Rina, warga Kab. Garut.

Atas naiknya harga minyak tersebut, untuk meringankan beban masyarakat pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi minyak yang disalurkan melalui sejumlah swalayan atau alfamaret dengan harga Rp 28.000/2 liter atau Rp 14.000/1 liter untuk semua merk.

Tapi, karena jumlah minyak subsidi terbatas adanya, untuk bisa mendapatkan minyak murah tersebut masyarakat terpaksa harus rela mengantri di setiap swalayan atau alfamart.

Bahkan banyak masyarakat terutama ibu-ibu yang harus rela menunggu dari mulai pukul 07.00 hingga pukul 11.00 pagi.

Padahal mereka tahu bahwa Alfamaret biasa buka sekitar pukul 8.00 WIB.

“Pengorbanan tersebut dilakukan, agar mereka bisa mendapatkan antrian pertama dan kebagian jatah,” ucapnya.

Karena kalau datang siang dan mendapatkan antrian paling ujung, tidak jarang mereka pulang dengan tangan hampa, atau tidak kebagian.

Itu terjadi, karena jumlah subsidi minyak yang disalurkan jauh lebih sedikit dibanding dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan.

Satu hal yang juga harus menjadi perhatian pemerintah akibat harga minyak goreng melambung, selain jumlah pasokan harus diperbanyak, pengamanan lalulintas pun harus diutamakan, mengingat sejumlah alfamart letaknya berada di jalan raya atau jalur ramai.

Sehingga dihawatirkan, akibat antrian panjang masyarakat yang membutuhkan dapat menyebabkan gangguan atau kecelakaan lalulintas. ***