KAPOL.ID- Akibat hujan deras selama tiga hari berturut turut, sebanyak 7 rumah dan satu sekolah di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya hancur.
Bencana hancurnya beberapa bangunan yang ada di kmpung Babakan jeruk. desa Singajaya kecamtan Cibalong tersebut terjadi pada selasa (9/2/2021) sekitar pukul 02.00 Wib. Saat itu hujan turun dengan derasnya.
“Pada saat tengah malam sedang hujan tersebut tiba tiba rumah saya terasa bergoyang-goyang. Karena takut runtuh sehingga saat itu juga saya langsung bangunkan istri dan anak anak dan membawanya ke luar rumah,” terang Ujang Suherman (46) warga sekitar yang rumahnya rusak.
Tak hanya Ujang, ternyata malam itu juga beberapa orang tetangganya berhamburan menyelamatkan diri ke luar rumah.
Jerit histeris wargapun terdengar hingga membuat situasi makin mencekam. Apalagi terjadi di tengah malam buta dan diiringi hujan turun dengan derasnya.
Situasi terasa makin mencekam manakala warga melihat satu persatu rumahnya runtuh.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Rismansyahtono SIK, yang pada Selasa pagi mengunjungi lokasi bencana mengatakan, rusaknya bangunan rumah dan robohnya sekolah terjadi akibat adanya pergerakan tanah di sekitar lokasi. Pergerakan tanah itu sepanjang 60 meter dengan lebar 150 meter.
“Akibat adanya pergerakan tanah tersebut, saya lihat bukan hanya membuat bangunan rumah hancur, bahkan jalan penghubung desa pun terputus, ” terang Rismansyah.
Selanjutnya Kapolres meminta pada seluruh anggota polsek untuk bersama sama anggota TNI dan juga
Para relawan bencana agar bisa membantu evakuasi warga dan menjaga keamanan dan keselamatan masarakatnya.
“Utamnya jalan yang terputus upayakan harus segera di perbaiki.” katanya.
Sementara itu Berdasarkan data dari para relawan bencana, dalam kejadian tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Namun jumlah rumah yang rusak sebanyak 6 buah, dan satu bangunan gedung sekolah dasar SDN babakan Jeruk roboh. (Fakhira)***












