BISNIS

Wisejuice, Produsen Liquid Vape Lokal Luncurkan Program Edukatif Bertajuk Wise Akademi

×

Wisejuice, Produsen Liquid Vape Lokal Luncurkan Program Edukatif Bertajuk Wise Akademi

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID — Industri vape di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih bertanggung jawab dan teredukasi.

Salah satu inisiatif terbaru datang dari Wisejuice, produsen liquid vape lokal, yang secara resmi meluncurkan program edukatif bertajuk Wise Akademi.

Program ini menjadi bagian dari kampanye besar bertema Way Into Smoke Free Evolution (WISE) yang bertujuan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Smoke Free Indonesia bebas asap rokok.

Program edukatif ini menyasar perokok dewasa, pengguna vape, pemilik toko, serta masyarakat umum agar memiliki pemahaman yang tepat terkait penggunaan produk vape.

“Kami percaya bahwa masa depan industri ini harus dibangun di atas fondasi kuat: inovasi, edukasi, dan kepatuhan. Wise Akademi adalah wujud tanggung jawab kami untuk mendorong evolusi menuju masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Arif Maulana Eka Putra, Commercial Director Wisejuice, yang akrab disapa Ameputra saat Peluncuran Wise Akademi berlangsung di salah Resto di kota Bandung, Kamis (7/8/2025)

Menurut Ameputra, edukasi menjadi elemen sentral dalam menjawab berbagai isu yang selama ini melekat pada produk vape. Mulai dari isu keselamatan penggunaan, efek kesehatan, hingga maraknya informasi yang salah.

Hal senada disampaikan oleh Doctor Badass, seorang dokter dan penggiat vape yang juga menjadi kolaborator dalam Wise Akademi.

Ia menyoroti bahwa banyak stigma negatif terhadap vape muncul akibat minimnya edukasi dan penggunaan yang tidak tepat.

“Mulai dari pemilihan device, liquid, hingga cara penggunaannya, semua ada ilmunya. Banyak isu seperti vape meledak, keracunan, atau paru-paru cair sebenarnya bisa dicegah jika pengguna memahami cara pakainya dengan benar. Dan itu yang kami bangun lewat Wise Akademi,” katanya.

Doctor Badass juga menegaskan bahwa produk vape saat ini telah memiliki regulasi ketat, termasuk pembatasan usia minimum 21 tahun.

Wisejuice juga hanya mendistribusikan produknya melalui webstore dan platform e-commerce yang telah dilengkapi sistem verifikasi umur.

“Kami tidak menjual di warung atau toko bebas. Bahkan untuk toko fisik, aksesnya dibatasi hanya untuk yang berusia di atas 21 tahun. Jadi sudah sesuai regulasi,” tambahnya.

Lawan Misinformasi, Bukan Black Campaign

Terkait maraknya kampanye negatif terhadap produk vape, Ameputra menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat melawan kampanye hitam (black campaign), namun lebih memilih untuk menyampaikan fakta secara berimbang.

“Banyak kasus kesehatan yang dikaitkan dengan vape, padahal penyebabnya adalah penggunaan zat terlarang atau liquid ilegal. Kami ingin meluruskan persepsi dan menjelaskan fakta secara transparan,” ucapnya.

Modul Wise Akademi Terbuka untuk Umum
Wise Akademi kini menjadi platform edukasi terbuka yang dapat diakses siapa saja.

Di dalamnya tersedia modul tentang pengenalan vape, keamanan penggunaan, pemilihan produk, serta peran toko dan karyawan retail dalam memberikan informasi yang benar kepada konsumen.

“Kami tidak membatasi jumlah peserta. Target kami sederhana: sebanyak mungkin orang yang tertarik bisa mengakses informasi ini,” katanya.

Bagi calon pengguna baru, Wise Akademi menganjurkan untuk memahami seluruh materi edukasi terlebih dahulu sebelum menggunakan produk vape.

“Ini bukan produk sembarangan. Sama seperti pakai sabuk pengaman tidak menjamin 100% aman, tapi jelas mengurangi risiko. Vape juga begitu. Harus digunakan dengan tanggung jawab,” katanya.

Regulasi dan Edukasi Jadi Prioritas
Ariffarisan, seorang influencer sekaligus Brand Owner Wisejuice Indonesia, juga menegaskan komitmen perusahaannya terhadap edukasi dan regulasi.

“Kami tidak menargetkan angka. Yang penting semua orang yang ingin tahu soal vape bisa mengakses informasinya. Toko-toko juga sudah menerapkan batasan usia. Anak di bawah umur dilarang masuk,” tandasnya. ***