KAPOL.ID – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dalam insiden yang terjadi di sebuah acara pesta rakyat atau syukuran.
Zaini menyoroti pentingnya keseimbangan antara perayaan dan kewaspadaan demi keselamatan publik.
“Saya turut berduka kepada keluarga korban, karena bagaimanapun juga, syukuran dan pesta rakyat harus diimbangi dengan rasa syukur dan kehati-hatian,” ujar Zaini Shofari.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri menghadiri acara keramaian jika kondisi tubuh, kesehatan, atau situasi sekitar tidak memungkinkan.
“Lebih baik menyaksikan dari jauh atau melalui media sosial yang kini banyak menayangkan, jadi tidak perlu memaksakan diri,” tambahnya.
Zaini Shafari menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi catatan penting untuk antisipasi di masa mendatang. Dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Barat yang baru dan dinilai memiliki gaya “nyentrik”, animo masyarakat untuk menghadiri kegiatan yang dihadiri Gubernur diprediksi akan semakin meningkat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan prosedur tetap (protap) keamanan yang ketat.
“Ini harus diantisipasi ke depan. Gubernur Jawa Barat ini kan baru dan nyentrik, sehingga animo masyarakat akan semakin banyak ketika beliau hadir. Maka, protapnya tetap harus dipakai,” tegas Zaini.
Menurutnya, tingkat keamanan dan jumlah personel pengamanan harus sebanding dengan potensi jumlah massa yang akan hadir. Hal ini bertujuan agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Tingkat keamanan dan jumlah pengamanan harus berbanding dan sebanding dengan potensi yang bakal hadir, sehingga model seperti ini tidak akan terulang,” jelasnya.
Ia juga menekankan perlunya kesigapan petugas keamanan dalam mengantisipasi hal-hal tidak terduga di lapangan. “Keamanan harus lebih sigap agar hal-hal yang tidak terduga bisa diantisipasi,” katanya.
Evaluasi Rutin Kegiatan Gubernur Mendesak
Zaini Shofari secara khusus meminta Gubernur Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kegiatan pesta rakyat atau “anjang warga” yang rutin diadakan.
“Ini harus dievaluasi bagi Gubernur, karena beliau kan rutin melakukan kegiatan pesta rakyat anjang warga. Ini harus diperhatikan lagi ke depan secara seksama,” pungkas Zaini. ***








