KABAR POLISI

10 Titik Longsor Lumpuhkan Jalur Tasikmalaya-Pangandaran via Karangjaya

×

10 Titik Longsor Lumpuhkan Jalur Tasikmalaya-Pangandaran via Karangjaya

Sebarkan artikel ini
10 Titik Longsor
Salah satu anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya meninjau satu dari 10 titik longsor di jalur Karangjaya. (Foto: Istimewa)

KAPOL.ID — Hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (9/2/2026) berdampak besar pada Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya melumpuhkan jalur penghubung antara Tasikmalaya ke Pangandaran via Karangjaya.

Hujan yang berlangsung dari siang hingga sore tersebut memicu pergerakan tanah ekstrem di Dusun Awiluar dan Dusun Cibeunteur, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya. Tidak main-main, longsor pun terjadi hingga 10 titik.

Longsor paling parah ada di jalur Sirnajaya ke Desa Citalahab. Badan jalan utama amblas sedalam 20 hingga 25 meter. Akibatnya, alur transportasi lumpuh total.

Adapun informasi yang datang dari Kapolsek Karangjaya, Iptu Saptaji; longsor yang utama panjangnya sekitar 10-15 meter, ebar jalan 2,5 meter.

“Kalau dihitung ada 10 titik longsor di jalur penghubung Desa Sirnajaya menuju Desa Citalahab. Kami sudah memasang garis polisi di area terdampak, karena retakan tanah masih terus bergerak,” terang Iptu Saptaji.

Garis polisi juga berfungsi untuk menghentikan semua pengendara supaya tidak melintasi ke jalur tersebut. Hal tersebut berlaku baik bagi kendaraan roda empat maupun roda dua.

Untungnya longsor tidak sampai memakan korban, sebab 10 titik longsor berada jauh dari daerah permukiman padat penduduk. Selain itu, proses evakuasi longsoran pun tidak bisa berlanjut pada malam hari, mengingat cuaca dan kondisi di lokasi begitu gelap.

Respon Anggota Dewan

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dapil IV–yang salah satunya meliputi Karangjaya–Iyam Maryani merespon cepat kejadian tersebut. Pada malam itu juga politikus PDI Perjuangan itu terjun untuk meninjau lokasi, terutama ke Dusun Awiluar dan Cibeunteur.

Saat menyaksikan upaya keras tim evakuasi longsoran, Iyam mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Brimob, TNI, Polri, serta Pemerintah Desa itu. Ia juga memandang bahwa kejadian tersebut butuh penanganan serius dari level pemerintahan yang lebih tinggi.

“Kejadian ini tidak cukup jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, karena menyangkut kepentingan warga tiga daerah; Kabupaten-Kota Tasikmalaya dan Pangandaran. Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus segera melakukan evakuasi dan perbaikan permanen,” ujar Iyam.

contoh komunitas yang tangguh dan siap menghadapi segala potensi bencana,” harap Roni.

Support  KAPOL with subscribe, like, share, and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv