KAPOL.ID –
Pascapositif amphetamine empat ASN Pemkot Tasikmalaya, hampir 100 orang harus mengikuti tes urine, Senin (20/3/2023).
Baik pejabat eselon II dan III maupun sekantor Bapelitbangda Kota Tasikmalaya menjalani tes urine usai apel pagi.
Data yang dihimpun KAPOL.ID, BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Tasikmalaya mendapatkan 88 sampel urine.
Terdiri dari 51 sampel urine dari Kantor Bapelitbangda unsur ASN dan non ASN.
Sementara para pejabat eselon II berjumlah 24 orang dan eselon III berjumlah 7 orang serta camat 7 orang.
Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan, ikut juga dalam tes urine dadakan tersebut.
Pada prinsipnya seluruh pejabat dan ASN se-Kota Tasikmalaya harus bersih dari narkoba.
“Soal respon publik, saya ucapkan terima kasih karena kita sayang dengan Kota Tasikmalaya.”
“Tes urine juga berlangsung di Kecamatan Cibeureum juga kita lakukan test urine. Itu yang jadi prioritas,” jelasnya.
Meskipun begitu, tes urine di Gedung Bapelitbangda tertutup untuk liputan media. Sedangkan di Balai Kota dapat diakses oleh media massa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota merilis perkembangan kasus narkoba terkait dengan Pejabat Kota Tasikmalaya, Kepala Bapelitbangda berinisial AA.
Dari satu kasus, ternyata terkait dengan tiga ASN lainnya di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.
“Tiga hasil tes urine positif diantaranya merupakan ASN di Kantor Bapelitbangda. Satu orang ASN di lingkup wilayah Kecamatan Cibeureum,” kata Kasatresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP Ikhwan.***








