KAPOL.ID – Siti Solihah (28) Seorang ibu muda Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Situhiang RT 04/05, Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, merasa tertipu dengan iming-iming gaji besar di Riyadh Arab Saudi dan pekerjaan yang hanya satu jenis.
Sesampainya di kawasan Al Gasim, Siti mengerjakan semua pekerjaan rumah dari mulai memasak, beres-beres, hingga mengurus anak.
Tiga bulan lebih bekerja, Siti merasa tertekan dan kelelahan hingga mengalami Pendarahan, sehingga ia minta dipulangkan ke Indonesia.
Namun, saat minta pulang, agen dan sponsor yang memberangkatkan Siti malah meminta biaya kepulangan ditanggung sendiri dari gaji yang sebetulnya tak sesuai dengan perjanjian awal.
Cepi Usmayanto (28) suami Siti Solihah, mengatakan, awal agen atau sponsor menjelaskan bahwa Siti akan digaji sebesar 1,2 ribu riyal namun kenyataannya Siti hanya menerima 1 ribu riyal.
Itu pun harus ia sisihkan karena agen dan sponsor meminta biaya kepulangan Siti ditanggung sendiri.
Di rumah majikan Siti merasa terkekang atau terkurung. Pasalnya, di dapur, kamar dan setiap ruangan dipasangi pengawasan kamera CCTV.
“Istri saya sakit mengalami pendarahan dan sempat masuk rumah sakit, jadi minta pulang. Namun, sponsor malah minta ganti rugi,” ujarnya.
Cepi menuturkan, agen dan sponsor meminta ongkos kepulangan Rp 5 juta.
Setelah itu mereka minta lagi uang fee, dengan gaji 1 ribu riyal, sehingga keringat Siti di Arab Saudi tidak berarti apa-apa saat pulang.
“Saya lalu melapor didampingi LBH Sunda Padjadjaran Indonesia ke Polres Cianjur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua LBH Sunda Padjadjaran Indonesia, Ujang Ruslandi SH, mengatakan dari awalnya gaji Siti tidak sesuai yang dijanjikan.
Sebelum berangkat dijanjikan hanya mengerjakan satu jenis pekerjaan ternyata sudah sampai di sana mengerjakan berbagai macam pekerjaan rumah tangga.
“Kami sudah mendampingi klien untuk melapor. Hukum itu harus tegak berdiri artinya ketika kita melakukan pelaporan harapan dari klien dan kita itu mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya apalagi kaitannya dengan human trafficking ataupun TPPO yang sekarang ini sedang marak juga kasihan para korban-korbannya,” pungkasnya. ***







