KAPOL.ID — Kasus demam berdarah dengue atau DBD meningkat di Kabupaten Tasikmalaya pada 2024. Sudah 113 kasus terjadi dalam tiga bulan terakhir. Salah satu di antaranya meninggal dunia.
Guna meminimalisasi kasus meninggal dunia akibat BDB, masyarakat perlu mengenal gejala awal saat DBD menjangkiti tubuhnya. Dengan demikian masyarakat juga bisa segera menanganinya.
Berikut ini adalah sejumlah gejala awal DBD, dari berbagai sumber medis:
Pertama, demam tinggi mendadak. Orang yang terjangkit DBD mengalami peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba. Hal ini terjadi bahkan pada saat kondisi tubuh awalnya baik-baik saja dan tampak sehat.
Kedua, sakit kepala parah. Kepala terasa berat dan nyeri nyut-nyutan. Bahkan seperti akan pecah.
Ketiga, nyeri otot dan sendi. Saat terserang DBD, seseorang bisa tidak nyaman pada tubuhnya. Karena pada setiap bagian tubuhnya merasa nyeri, terutama pada bagian otot dan sendi. Inginnya orang ini terus dipijit-pijit ringan.
Keempat, ruam kulit. Ruam kulit pada demam berdarah dengue (DBD) sering kali terlihat seperti bintik-bintik merah atau merah muda yang muncul pada kulit. Posisi ruam ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tetapi sering kali terjadi di area dada, lengan, atau kaki.
Kelima, nyeri di belakang mata. Tepatnya terasa linu pada kelopak mata bagian atas. Tekanan ringan atau kompresan air hangat biasanya membuat sedikit nyaman.
Keenam, mual dan muntah. Demam tinggi dengan sakit kepala yang hebat juga sering memicu rasa mual di perut. Juga sudah agak parah maka bisa menyebabkan muntah juga.
Ketujuh, pendarahan dari hidung atau gusi. Gejala ini terjadi ketika tubuh sudah tidak tahan lagi menahan gejala yang ada. Panas tinggi bisa memicu terjadinya mimisan atau darah keluar dari hidung.
Cara Menangani
Untuk itu, jika ada yang mengalami gejala-gejala tersebut, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter. Pada umumnya akan mendapat penanganan medis sebagai berikut:.
Pertama, pengobatan simtomatik. Dokter mungkin meresepkan obat penurun demam seperti parasetamol untuk mengatasi demam dan mengurangi ketidaknyamanan.
Kedua, pemantauan dan perawatan medis. Penting untuk memantau gejala dan kondisi secara teratur. Jika terjadi perburukan, seperti peningkatan tanda-tanda perdarahan atau penurunan kadar trombosit, mungkin perlu rawat inap.
Ketiga, cairan. Penting untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi. Dokter mungkin memberikan cairan intravena untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah atau diare.
Keempat, istirahat. Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh pulih dan memerangi infeksi.
Kelima, pantau kadar trombosit. Kadar trombosit perlu dipantau secara teratur. Jika kadar trombosit terlalu rendah, mungkin perlu transfusi trombosit.
Keenam, pencegahan komplikasi. Dokter juga akan memantau tanda-tanda komplikasi potensial seperti sindrom syok dengue atau perdarahan berat.
Ketujuh, langkah pencegahan juga penting. Ini termasuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan menggunakan obat anti nyamuk. Perhatikan juga langkah mengurangi perkembangbiakan nyamuk dengan menghilangkan tempat perindukan, seperti genangan air, juga dapat membantu mengurangi risiko infeksi.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv












