OPINI

Jejep Falahul Alam, Calon Bupati Majalengka yang Lahir dari Rahim Rakyat

×

Jejep Falahul Alam, Calon Bupati Majalengka yang Lahir dari Rahim Rakyat

Sebarkan artikel ini
Azis Abdullah

Oleh : Azis Abdullah

(Manajer Pemberitaan KAPOL.id/wartawan senior)

Melihat data dari potongan hasil survei terbaru Poltracking periode Mei 2024 yang menyebar luas di medsos, memberikan kejutan yang luar biasa dalam peta perpolitikan di Pilkada Majalengka.

Nama Jejep Falahul Alam (JFA), sebagai mantan aktivis mahasiswa dan dikenal sebagai jurnalis itu, namanya kian bersinar sebagai salah satu kandidat potensial yang mendapat perhatian publik.

Pada data survei yang dilakukan pada 23 April hingga 1 Mei 2024, JFA meraih dukungan sebesar 4,1 persen dari responden yang menyebut namanya sebagai Bupati Majalengka alternatif pilihan rakyat.

Selain itu pula, dari data penulis yang diperoleh, nama JFA berdasarkan hasil potongan survei Poltracking, berhasil mengungguli beberapa nama besar lainnya pada survei tersebut.

Misalnya dari data itu, politikus seperti H Juhana Zulfan (Ketua DPC PKB), H Nurhasan Zaidi (Anggota DPR RI), Endah Hendrawati (Kepala Desa Puteri Dalem), H Yayat Hidayat (Mantan Kepala Kemenag Majalengka).

Yomanius Untung (Anggota DPRD Jabar terpilih), H Edy Anas Djunaedi (Ketua DPRD Majalengka), Dinas Tisnawati (Anggota DPRD Majalengka terpilih), H Aceng Sunanto (Pengusaha Muda), Didin Jaenudin (Wakil Ketua DPRD Majalengka), Dena Muhamad Ridwan (Pengusaha) dan Dudung Abdulah Yasin, semuanya berada di bawah Jejep dalam hal tingkat keterpilihan.

Hebatnya lagi, JFA sebagai calon Bupati Majalengka termiskin secara finansial ini, perolehan angka yang dapatkan itu, dari hasil iseng dan ia belum pernah melakukan kampanye atau sosialisasi secara besar-besaran.

Baik itu pemasangan baliho maupun spanduk, seperti calon lainnya pada umumnya. Silakan cek di lapangan, baik itu di pelosok desa atau kelurahan, pasti tidak menemukan alat peraga sosialisasi JFA.

JFA yang tercatat sebagai Kader Nahdlatul Ulama (NU) Majalengka ini pun, berhasil merangsek masuk dalam urutan 18 besar dari 30 tokoh besar yang di survei tersebut.

Padahal sepengetahuan penulis, sosialisasi yang dilakukan JFA hanya dilakukan melalui pemberitaan di rekan rekan media sesama wartawan.

Dan sedikit muncul di medsos. Namun hasilnya, menunjukkan betapa kuatnya daya tarik pria yang dikenal santun, merakyat dan murah senyum ini di lapisan masyarakat Majalengka.

Menurut pandangan penulis, salah satu faktor utama yang membuat Jejep Falahul Alam dikenal dan disukai sebagian besar rakyat Majalengka, itu karena program-program sosialnya yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

JFA pun dikenal telah menawarkan program sembako murah dan menginisiasi pemberian 10 kg beras gratis, yang diberikan setiap bulan kepada keluarga kurang mampu secara bergiliran. Karena menyesuaikan dengan kekuatan dan keuangan APBD Majalengka.

Gagasan programnya juga tak hanya menunjukkan kepedulian JFA  pada rakyat kecil, namun juga memberikan solusi konkret untuk meringankan beban hidup masyarakat pada umumnya. Inilah salah satu daya magis yang dimilikinya.

Bahkan jika melihat hasil beberapa lembaga survei nasional dari berita online yang beredar, seperti yang dilakukan oleh Saeful Mujani Research Consulting (SRMC) dan Indonesia Political Opinion (IPO), nama JFA kembali menguat dan berhasil masuk pada urutan 13 besar secara berturut-turut.

Fakta ini membuktikan bahwa JFA sudah dikenal luas sebagai wartawan senior dan sangat berpengaruh di Majalengka. Maka kehadirannya di dunia politik kota angin pun, mendapatkan tempat dan respon positif dari hampir seluruh lapisan masyarakat.

Berkah pengalamannya di dunia jurnalistik dan aktivis diberbagai organisasi yang pernah digelutinya, JFA telah mampu menawarkan perspektif baru dan segar, dalam menuangkan gagasannya membangun dan mensejahterakan rakyat Majalengka.

Pandangannya yang kritis dan tajam, serta program-program sosialnya yang nyata, ternyata itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menginginkan perubahan. Dan ia bisa menjadi pilihan alternatif sebagai bupati yang membawa harapan baru bagi Majalengka.

Kendati dukungan terhadap JFA sementara ini, dari berbagai lembaga survei belum mampu mengalahkan elektabilitas Karna Sobahi dan Eman Suherman, namun potensi JFA tingkat keterpilihannya sebagai Bupati Majalengka pun, tidak bisa dianggap remeh.

Karena JFA sendiri saat ini terus menjadi sorotan anak muda Majalengka. Ini membuktikan bahwa popularitas dan elektabilitasnya di Pilkada dapat menjadi faktor penentu yang kuat, dalam pertarungan perebutan kekuasaan di kota angin.

Maka persepsi masyarakat Majalengka secara keseluruhan, sosok JFA bukan hanya menawarkan visi misi yang faktual, namun juga figur yang mampu menawarkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat Majalengka.

Program-program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, ini menunjukkan dengan jelas dan tegas bahwa konsep kepemimpinan JFA berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan rakyat Majalengka.

Penutup semoga Pilkada Serentak 2024 ini berjalan dengan lancar, jurdil, luber dan berintegritas. Sehingga melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi rakyat Majalengka. Semoga. ***