KAPOL.ID — Sebanyak 118 pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila.
Pelantikan diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumedang pada Jumat (8/8/2025) di Gedung Negara Sumedang.
Bupati Dony mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik untuk senantiasa bersyukur atas amanah yang diberikan, baik yang mendapatkan promosi maupun mutasi jabatan.
“Tidak semua orang mendapatkan posisi ini. Di luar gedung ini, ada 16,6 persen masyarakat yang masih menganggur. Kita bukan hanya memiliki pekerjaan, tetapi juga amanah jabatan. Maka, dalam kondisi apapun kita harus bersyukur,” ujarnya.
Bupati Dony berpesan kepada para pejabat yang dilantik untuk meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, bekerja dengan sepenuh hati, serta mematuhi aturan yang berlaku.
“Jangan sekali-kali melanggar aturan. Kalau melanggar, buat apa jabatan. Yang terpenting, kita harus gercep (gerak cepat) dalam bekerja, mampu mengidentifikasi masalah, cepat beradaptasi, dan segera mengatasinya,” tegasnya.
Dony mengingatkan pentingnya kreativitas, inovasi, dan kinerja yang melampaui ekspektasi (beyond).
“Puaskan pimpinan dengan kinerja. Bekerjalah dengan kualitas dan akuntabilitas,” tambahnya.
Dony mengatakan, tantangan Sunmedang ke depan semakin komplek. Ada kesmiskinan, pengangguran, sampah, stunting, digitalisasi layanan yang tentu tak akan selesai pake cara lama dan harus cara baru diluar biasa-biasa.
Pejabat yang baru dilantik agar cepat tanggap terhadap masalah dan mampu memberi solusi.
Pejabat yang baru dilantik, mampu menggerakan tim, bukan sekedar proses, berani berinovasi dan punya ide baru, setiap bulan dan triwulan ada ide baru.
Bekerja karena kewajiban, beralih bekerja panggilan hati dan jiwa. Dari, menunggu perintah menciptakan inisiatif jadikan Sumedang menjadi daerah yang melayani sepenuh hati.
“Siapa pun yang datang ke kantor kita, harus dihormati tanpa membedakan dia kaya miskin, pintar bodoh, siapa pun yang datang dia adalah amanah,” ujar Dony.
Jika kreatif, Sumedang menjadi kabupaten yang membanggakan hingga tingkat nasional.
“Saya ingin semua bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk masyarakat. Jika kita bekerja baik, sesuai aturan maka akan nyaman dan buahnya amal soleh,” ucap Dony.
Ia menentukan indikator kerja utama, pertama harus ada seratus hari kerja yang indikatornya jelas.
“Ke depan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang 70 dan 30 persen tak dibayar jika targetnya tak dicapai,” ujarnya. ***












