KAPOL.ID — PWNU bersama PCNU se-Jawa Barat menyampaikan sikap sebagai berikut:
Menegaskan jatidiri NU sebagai jam’iyyah yang lahir dari pondok pesantren, sehingga dalam setiap dinamika organisasi wajib mendengar dan menghormati nasihat Muassis NU serta para kiai sepuh.
Menyerukan islah (rekonsiliasi) demi persatuan, ukhuwah an-nahdliyah dan menjaga marwah Nahdlatul Ulama serta tidak melibatkan PWNU dan PCNU dalam konflik internal PBNU.
Menegaskan legitimasi kepemimpinan PBNU, bahwa KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais ‘Aam PBNU dan KH.Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU sebagai mandataris Muktamar,
Mendorong Muktamar NU sebagai solusi terbaik, konstitusional, dan bermartabat untuk mengakhiri polemik dan menjaga soliditas jam’iyyah yang dipimpin oleh mandataris muktamar Rois am KH. Miftahul Ahyar dan ketua umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.
Demikian pernyataan sikap ini disampaikan demi keutuhan NU sebagai jam’iyyah pembawa rahmatan lil ‘ālamīn. ***
Sumber: PWNU dan PCNU se-Jawa Barat, 20 Desember 2025












