KANAL

Wali Kota Bandung: Pers Harus Mampu Jaga Marwah Akurasi di Tengah Gempuran Medsos

×

Wali Kota Bandung: Pers Harus Mampu Jaga Marwah Akurasi di Tengah Gempuran Medsos

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menitipkan harapan besar pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Baginya, momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan titik balik strategis bagi insan pers untuk memperkuat kedaulatan bangsa melalui informasi.

​Farhan menilai, dunia pers saat ini sedang berada di persimpangan jalan. Perubahan lanskap media yang berlari begitu kencang memaksa para kuli tinta untuk segera melakukan reposisi agar tidak tergilas zaman.

​”Hari Pers ini memang sangat kita tunggu-tunggu. Tahun ini menjadi momen krusial bagi pelaku pers di Indonesia untuk melakukan repositioning,” ujar Farhan di Kota Bandung, Senin 9 Februari 2026.

​Mantan presenter kondang ini menyoroti bagaimana teknologi digital telah mengacak-acak pola konsumsi informasi. Munculnya fenomena citizen journalism di media sosial membuat arus informasi mengalir deras tanpa bendungan.

​Menurutnya, pers arus utama (mainstream) kini punya tantangan berat: harus mampu mengimbangi kecepatan media sosial, namun tetap menjaga marwah akurasi.

​”Lanskap media sekarang sudah jauh berbeda. Jurnalisme saat ini lebih mengedepankan karakteristik citizen journalism. Maka, yang perlu kita pelajari bersama adalah bagaimana merespons kecepatan itu tanpa mengabaikan keakuratan informasi yang sampai ke masyarakat,” bebernya.

​Farhan menggambarkan betapa dinamisnya ruang redaksi saat ini. Jika dulu sebuah narasi besar bisa dibangun dalam hitungan minggu, kini tuntutan publik memaksa semuanya tuntas dalam sekejap mata.

​”Bagaimana pembentukan narasi yang biasanya butuh waktu berminggu-minggu, sekarang harus sudah selesai dalam hitungan jam saja,” tambahnya

​Hal ini, kata Farhan, menuntut dapur redaksi untuk lebih adaptif, kolaboratif, dan trengginas dalam memverifikasi setiap isu yang liar di ruang publik.

​Peringatan HPN 2026 yang digelar di Serang, Banten dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, dinilai Farhan sangat pas dengan kondisi bangsa saat ini. Ia meyakini bahwa kualitas demokrasi dan ekonomi sebuah negara sangat bergantung pada kualitas informasi yang dikonsumsi rakyatnya.

​Bagi pria yang kini memimpin Kota Kembang ini, pers yang sehat adalah pers yang tidak hanya bebas bicara, tapi juga profesional, beretika, dan mampu menjaga kepercayaan publik (public trust).

​”Pers harus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang kritis namun tetap produktif,” pungkasnya. (Jm)