KANAL

Farhan Jadikan Safari Ramadan Ruang Konsolidasi Cetak SDM Unggul

×

Farhan Jadikan Safari Ramadan Ruang Konsolidasi Cetak SDM Unggul

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menitipkan pesan mendalam di tengah suasana syahdu Safari Ramadan ke-8 di Masjid Agung Bandung, Kamis (26/2/2026).

Di hadapan jemaah dan tokoh masyarakat, Farhan menegaskan bahwa sudah saatnya Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Kembang keluar dari zona nyaman dan berani “mendunia”.

​Bagi Farhan, Bandung bukan sekadar etalase kota kreatif atau kota pendidikan di atas kertas. Lebih dari itu, Bandung harus menjadi rahim bagi manusia-manusia unggul yang punya nyali bertarung di kancah global.

​“Bandung tidak boleh hanya hebat di dalam kota saja. Anak-anak Bandung harus berani keluar, bersaing, dan membawa nama baik daerahnya di level dunia,” ujar Farhan

​Ramadan Sebagai Kawah Candradimuka
​Ia memandang, agenda Safari Ramadan bukan sekadar seremoni rutin atau ajang silaturahmi formalitas. Baginya, ini adalah ruang konsolidasi spiritual. Ramadan adalah momentum untuk menempa karakter, disiplin, dan integritas—tiga modal fundamental dalam membangun SDM yang berdaya saing.

​Menariknya, Farhan sempat menyetil makna kesabaran yang sering disalahartikan. Baginya, keunggulan tidak lahir dari proses instan, melainkan dari ketekunan yang tidak kenal lelah.

​“Sabar itu bukan diam. Sabar itu bekerja terus-menerus, memperbaiki diri, meningkatkan kualitas, dan tidak pernah berhenti belajar,” tegasnya.

​Menembus Pasar Global, Menjaga Identitas
​Farhan menyadari betul potensi Bandung yang didukung oleh ekosistem pendidikan kuat dan komunitas kreatif yang produktif. Namun, tantangan besarnya adalah bagaimana memastikan lulusan terbaik Bandung tidak hanya terserap di pasar lokal, tapi mampu menembus Singapura, Jepang, hingga Eropa.

​Ia bermimpi melihat putra-putri Bandung menjadi kurator seni internasional atau akademisi di luar negeri, tanpa kehilangan akar identitasnya sebagai anak bangsa.
​“Inilah yang kita dorong. Silakan berkarya di mana saja, tapi tetap membawa kontribusi untuk tanah air,” imbuhnya.

​Pesan Bung Karno di Balik Mimbar
​Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menekankan pentingnya masjid sebagai pusat pembinaan karakter untuk membangun memori kolektif kota. Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar.

​Mengutip pesan legendaris Bung Karno, ia meminta pemuda Bandung menggantungkan cita-citanya setinggi langit.

“Kalaupun terjatuh, kita akan jatuh di antara bintang-bintang,” ucapnya puitis.

​Ia pun menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus membenahi infrastruktur, sistem pelayanan, hingga literasi digital guna menyokong lahirnya generasi unggul yang kuat secara akademik maupun moral.

​Safari Ramadan ke-8 tersebut ditutup dengan doa bersama, berharap Bandung benar-benar menjelma menjadi kota yang unggul, terbuka, maju, amanah, dan religius.

​“Insyaallah, dengan kerja keras dan doa, SDM Bandung akan mendunia,” pungkas Farhan. ***