KAPOL.ID – Cuaca hujan tidak menghalangi percepatan perapian bekas galian Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) di Kota Bandung. Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Banceuy, para pekerja tetap melanjutkan penutupan dan pemadatan jalan meski diguyur hujan.
Sejak pagi, proses perapian dilakukan secara bertahap, mulai dari penimbunan kembali material hingga pemadatan permukaan jalan. Hujan yang turun tidak menghentikan pekerjaan, hanya memperlambat ritme pengerjaan di beberapa titik.
Selain di Jalan Banceuy, percepatan galian dan perapian juga berlangsung di 15 ruas jalan lainnya, yakni Jalan Wastukencana, Dr. Rum, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Gatot Subroto, Bahureksa, ABC, Siliwangi, Sudirman, Dr. Cipto, Patrakomala, Trunojoyo, Seram, dan Otista. Seluruh ruas tersebut masuk dalam prioritas penyelesaian menjelang Hari Raya Idulfitri.
PT Bandung Infra Investastama (BII) sebagai penerima tugas tengah melakukan percepatan agar seluruh pekerjaan segera tuntas. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan arus lalu lintas saat mobilitas warga meningkat pada masa mudik dan libur lebaran.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membatasi sementara aktivitas pembangunan IPT hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas keluhan warga terkait kondisi jalan bekas galian.
Menurut Farhan, pembatasan dilakukan dengan ketentuan seluruh titik yang sudah digali wajib dirapikan terlebih dahulu. Tidak boleh ada lubang terbuka atau permukaan jalan yang membahayakan pengguna jalan.
“Semua yang sudah digali harus dirapikan. Menjelang Idulfitri, jalan harus dalam kondisi aman dan nyaman,” ujarnya.
Pemkot Bandung menargetkan seluruh titik prioritas dapat selesai sebelum puncak arus Lebaran. Dengan akselerasi yang terus dilakukan, diharapkan kondisi jalan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. ***






