KANAL

Menjelang Lebaran, Dua Jenis Pisang Favorit Warga Singaparna Langka di Pasaran

×

Menjelang Lebaran, Dua Jenis Pisang Favorit Warga Singaparna Langka di Pasaran

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Para pengunjung pasar singaparna akhir akhir ini di keluhkan dengan makin sulitnya mendapatkan pisang terutama jenis pisang nangka dan pisang kapas.

Berdasarkan pantauan di beberapa kios penjualan pisang, dua jenis pisang tersebut memang sudah tida ada.

“Kurang lebih sudah seminggu, pisang nangka dan pisang kapas tida ada yang ngirim dari bandarnya juga”
Kata Yuyu salah seorang pedagang pisang dipasar singaparna.

Padahal jika padahal pada hari hari biasa, dua jenis pisang tersebut sangat melimpah. Namun disaat permintaan pisang nangka dan pisang kapas sangat meningkat tinggi, barangnya malah sulit.

“Kalau bulan puasa peminat pisang nangka dan pisang kapas memang sangat tinggi, apalagi menjelang 10 hari lebaran mah, kalau barangnya lagi ada terutama. Pisang nangka satu kintal sehari juga bisa habis ” Terangnya.

Tingginya minat masyarakat pada jenis pisang nangka, karena jenis pisang ini banyak di gunak an untuk berbagai jenis olahan makanan seperti di buat kolek, di rebus bahkan paling banyak di buat kripik pisang.

“Iya saya juga tadinya mau bikin kripik pisang, tapi sudah keliling ke kios kios penjual pisang, ternyata pisang nangka malah tida ada” Kata seorang ibu yang sedang ada dikios pisang milik yuyu, kamis pagi (12/3/2026)

Kelangkaan pisang nangka dan kapas yang telah terjadi dalam sepekan ini, kata Yuyu karena di picu oleh tingginya kebutuhan masyarakat pada dua jenis pisang tersebut. Sedangkan untuk harganya hanya ada kenaikan sedikit.

“Kalau untuk harga, memang ada kenaikan dari yang biasa dijual cuma 5500/kilonya, sekarang 7000/kilonya.” Kanya.

Namun yang memicu terjadinya kelangkaan dua jenis pisang tersebut, kata Yuyu karena umumnya yang punya pohon pisang nangka atau kapas itu, tida dijual ke bandar tapi banyak yang malah di olah sendiri, makanya para bandar yang biasa mencari pisang ke kampung kampung juga kesukitan untuk mendapatkan pisang tersebut.

Situasi tersebut kata Yuyu sulit untuk bisa secepatnya normal kembali. Apalagi pelaksanaan hari raya hanya tinggal sepekan lagi.

“Kalau bisa normal kembali kami kira sulit pa, paling untung juga dari bandarnya cuma ngirim 10-20 kilo, itupun belum pasti.” Pungkasnya