KAPOL.ID – Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026 yang tinggal hitungan hari, jajaran Polres Tasikmalaya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya menggelar inspeksi mendadak (Sidak) kelayakan kendaraan atau ramp check di Terminal Singaparna, Jumat (13/3/2026).
Hasilnya, petugas menemukan tiga unit bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang terpaksa “dikandangkan” sementara. Bukan karena mesinnya bobrok, melainkan akibat administrasi kendaraan yang tidak lengkap atau mati masa berlakunya.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Rahayu Jamiat Abdullah, S.Sos, M.Si., menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah krusial untuk menjamin keselamatan penumpang selama masa angkutan lebaran.
”Kami menyisir kelayakan bus, angkutan kota, hingga angkutan pedesaan. Tujuannya satu, memastikan masyarakat aman saat menempuh perjalanan mudik,” ujar Rahayu di sela-sela kegiatan.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menempelkan stiker khusus di kaca depan kendaraan sebagai penanda bagi calon penumpang. Stiker berwarna biru menandakan kendaraan layak jalan secara fisik dan administrasi, sementara stiker merah berarti kendaraan dilarang beroperasi.
”Dari sembilan unit bus antar kota yang kami periksa, ada tiga yang tidak lulus uji. Secara fisik mesin sebenarnya layak, namun administrasinya bermasalah. Jadi harus dilengkapi dulu sebelum bisa mengangkut pemudik,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, menambahkan bahwa pemeriksaan fisik tetap menjadi fokus utama, terutama pada komponen vital kendaraan.
”Target utama kami adalah kondisi ban, fungsi lampu, dan yang paling krusial adalah sistem pengereman. Kita antisipasi jangan sampai ada trouble di jalan yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas,” kata Didit.
Tak hanya soal kendaraan, dalam giat yang melibatkan Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan BNN ini, para sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk memastikan mereka dalam kondisi prima dan bebas narkoba.
AKP Didit pun mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin di jalan raya. Ia mengingatkan bahwa kelaikan kendaraan hanyalah salah satu faktor, sementara faktor manusia tetap menjadi penentu utama keselamatan.
”Kecelakaan sering kali bermula dari kelalaian, tidak disiplin, atau ugal-ugalan. Mari kita hargai nyawa diri sendiri dan orang lain dengan mematuhi aturan lalu lintas,” pungkasnya. (Am)






