KABAR POLISI

Belum Genap 24 Jam, Kasus Gantung Diri Kembali Gegerkan Cipatujah Tasikmalaya

×

Belum Genap 24 Jam, Kasus Gantung Diri Kembali Gegerkan Cipatujah Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
​Warga Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya kembali dibuat geger. Belum genap 24 jam setelah penemuan jasad pria yang mengakhiri hidup di pohon karet pada Selasa (9/6/2026) kemarin, kasus serupa kini kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Cipatujah.

​Seorang pemuda bernama Deris (25), warga Kampung Cisaat, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di pohon nangka yang berada di belakang rumahnya, Rabu (10/6/2026) dini hari sekira pukul 04.30 WIB.
​Sinyal Lewat Status WhatsApp

​Kapolres Tasikmalaya melalui Kapolsek Cipatujah, Ipda Agus Kasdili, membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut. Berdasarkan keterangan tim di lapangan, kronologi kejadian bermula saat korban sempat berkumpul bersama rekannya sebelum melancarkan aksi nekat tersebut.

​”Sekira jam 02.30 WIB, korban pamit kepada salah seorang saksi bernama Rijal, katanya mau pulang ke rumah,” ujar Ipda Agus Kasdili memberikan keterangan.

​Namun tidak berselang lama, saksi Rijal yang sedang memainkan ponselnya mendadak dibuat terkejut. Ia melihat unggahan status WhatsApp (WA) milik korban yang bernada pamit dan tidak biasa..

​Dalam status tersebut, korban menuliskan kalimat: “MOHON MAAF KE SEMUANYA SAMPAI JUMPA DI AKHIRAT”.

​Dirundung rasa penasaran dan khawatir yang mendalam, Rijal lantas mengajak ibunya, Dede Cahyati, untuk menyusul ke rumah korban. Namun setibanya di sana, rumah korban tampak sepi dan Deris tidak ditemukan di dalam kamarnya

​Rijal dan ibunya kemudian berinisiatif mencari ke area luar dan menyisir kebun di sekitar belakang rumah korban. Saat itulah, pemandangan memilukan tersaji di depan mata mereka.

​”Ketika sampai di belakang rumah, saksi mendapati korban sudah tergeletak di bawah pohon nangka dengan posisi tertelungkup,” kata Kapolsek.

​Melihat kondisi korban, saksi spontan berteriak histeris meminta pertolongan hingga mengundang kedatangan warga sekitar. Petugas dari Polsek Cipatujah yang menerima laporan pun langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

​Dugaan Depresi Masalah Ekonomi
​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari tim kesehatan Puskesmas Cipatujah, korban dipastikan mendingal dunia murni akibat gantung diri. Hal ini diperkuat dengan bukti seutas kaos yang dimodifikasi menyerupai tali yang masih melingkar di leher korban.

​Petugas juga menemukan dahan pohon nangka yang patah namun masih terikat kain kaos tersebut, diduga dahan tidak kuat menahan beban saat korban melakukan aksinya hingga akhirnya terjatuh ke tanah.

​Terkait motif di balik tindakan nekat pemuda berusia 25 tahun tersebut, pihak kepolisian menduga kuat ada faktor beban pikiran yang sedang dipikul korban.

​”Mengenai alasan korban tega mengakhiri hidupnya, diduga kuat karena yang bersangkutan mengalami depresi akibat didera permasalahan ekonomi,” pungkas Ipda Agus Kasdili.

​Pihak keluarga korban sendiri menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses otopsi. Setelah proses pemeriksaan luar selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dipulasara dan dimakamkan. (Adji Shg)