KAPOL.ID – Di saat mayoritas masyarakat tengah bersiap menikmati momen berkumpul bersama keluarga pada Lebaran 2026, pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah stasiun kereta api di wilayah Daop 2 Bandung.
Ratusan anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas memilih “menghibahkan” waktu liburnya demi kelancaran perjalanan para pemudik. Tercatat, sebanyak 165 relawan terjun langsung memperkuat posko pelayanan pelanggan KAI.
Para relawan ini bukan datang dari kalangan profesional, melainkan para pecinta kereta api yang tergabung dalam komunitas Railfans Cimahi, Railfans Cianjur, Sahabat Kereta Api, Garut Railfans, hingga anggota Pramuka.
Mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, kehadiran mereka tersebar di titik-titik krusial lonjakan penumpang, mulai dari Stasiun Bandung, Kiaracondong, Cimahi, Cianjur, Cicalengka, hingga Garut.
Peran mereka pun tak main-main. Di tengah hiruk-pikuk stasiun, para relawan ini sigap memberikan informasi, mengarahkan alur penumpang, hingga membantu lansia dan anak-anak yang kesulitan membawa barang bawaan.
Yang menarik perhatian, mayoritas dari mereka adalah pelajar. Alih-alih menghabiskan waktu luang sekolah dengan berwisata, mereka justru memilih memakai rompi relawan dan berdiri tegak melayani masyarakat.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi para pemuda ini. Menurutnya, kehadiran mereka memberikan suntikan energi positif bagi pelayanan KAI.
”Kami sangat mengapresiasi para relawan dari komunitas pecinta KA dan Pramuka ini. Mereka adalah sosok luar biasa yang rela tidak liburan demi membantu sesama pemudik,” ujar Kuswardojo, Rabu (25/3/2026)
Ia menambahkan, meski bersifat sukarela, para relawan tetap bekerja secara terukur di bawah koordinasi Kepala Stasiun setempat. Semangat mereka dinilai mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
”Kolaborasi ini kami harap terus terjalin. Kehadiran mereka bukan sekadar membantu operasional, tapi memperkuat jalinan kemanusiaan antara KAI dan masyarakat,” pungkasnya.
Lewat tangan-tangan muda ini, Angkutan Lebaran 2026 tak sekadar soal perpindahan orang, tapi juga tentang pesan kepedulian yang nyata di atas rel kebersamaan. (Jae)






