KAPOL.ID –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya mencatat, transaksi menggunakan QRIS meningkat tajam pada tahun 2025. Bahkan kenaikan mencapai 500 persen lebih di wilayah Priangan Timur.
“Kenaikan transaksi digital QRIS di Tasikmalaya naik 500 persen lebih, sangat signifikan.”
“Ini menandakan pertumbuhan luar biasa, baik di kalangan merchant maupun pembeli,” kata Kepala Kpw BI Tasikmalaya, Laura Rulida ESP, Kamis (7/5/2026).
Ia menuturkan, penggunaan QRIS saat ini sudah mencapai berbagai kalangan. Bahkan pedagang kaki lima pun menyediakan metode pembayaran tersebut.
“Di kafe, mal, pelaku UMKM hingga pedagang kaki lima menyediakan pembayaran melalui QRIS,” ujarnya.
Salah seorang merchant toko kelontongan di Tasikmalaya, Susan mengatakan pembeli melalui QRIS semakin meningkat. Bahkan jajan dengan nominal ribuan rupiah.
“Pernah seribu atau dua ribu juga ada yang jajan pake QRIS. Setahun terakhir ini memang banyak yang menanyakan bisa bayar pakai QRIS,” katanya.
Sementara itu, Bank Indonesia juga optimistis berbagai even juga akan mendorong penggunaan transaksi digital. Seperti QRIS Unsil Tasik Half Marathon (UTHM) yang bakal dihelat pada akhir pekan ini.
“Pengalaman tahun sebelumnya, even ini bukan hanya even olahraga saja, tapi akan jadi contoh pusat ekonomi daerah dengan bertransaksi digital.”
“Pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Berdampak pada hunian hotel, dan transaksi UMKM,” ujar Laura.
Ia mengatakan, edukasi transaksi digital juga selama helatan QRIS UTHM bakal berlangsung di Kampus 2 Unsil Tasikmalaya. Terlebih semakin tinggi penggunaan teknologi dalam aktivitas digital, juga membutuhkan kewaspadaan.
“Pengguna harus tetap waspada, terutama upaya kejahatan digital oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Termasuk perlindungan terhadap konsumen,” katanya.***












