PENDIDIKAN

SMKN 14 Kota Bandung Operasikan Sistem Digital ‘Si Jawara’ Pantau Kehadiran Guru dan Siswa

×

SMKN 14 Kota Bandung Operasikan Sistem Digital ‘Si Jawara’ Pantau Kehadiran Guru dan Siswa

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Terobosan baru dilakukan jajaran manajemen SMKN 14 Kota Bandung dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Melalui bidang Kurikulum, sekolah tersebut resmi mengoperasikan sistem informasi berbasis digital yang diberi nama “Si Jawara”.

​Kehadiran aplikasi ini bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, melainkan menjadi solusi konkret dalam memantau statistik kehadiran guru dan siswa secara real-time.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Arry Ruliawan, S.Sn menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menyempurnakan program yang telah direncanakan sebelumnya. Fokus utamanya adalah melihat statistik kehadiran tenaga pendidik di kelas secara detail.

​”Bukan untuk memata-matai, tapi lebih ke arah melihat statistik. Apakah guru hadir di kelas sampai selesai atau tidak. Di sana ada keterangannya, mulai dari hadir penuh, izin, terlambat, hingga yang meninggalkan kelas karena tugas lain,” ujar Arry saat ditemui di SMKN 14 Bandung, Senin (13/4/2026).

​Menurutnya, sistem ini juga menjadi pelindung bagi para guru agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak manajemen sekolah dan pengajar. Dengan adanya data digital, setiap kehadiran memiliki bukti yang kuat dan objektif.

​”Dulu laporannya seringkali hanya berdasarkan keterangan lisan siswa yang kadang kurang objektif. Sekarang, alhamdulillah, tingkat kehadiran guru sudah mencapai di atas 95 persen,” tambahnya.

​Tak hanya soal absensi, “Si Jawara” juga diintegrasikan dengan pemantauan capaian literasi dan numerasi siswa yang berkaitan dengan rapor pendidikan atau ANBK. Data dari aplikasi ini menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan untuk melihat sejauh mana materi pelajaran, pembinaan soft skill, hingga character building tersampaikan kepada siswa.

​Mekanisme pengisian data dalam aplikasi ini melibatkan peran aktif siswa, khususnya Ketua Murid (KM) atau sekretaris kelas, yang kemudian divalidasi oleh petugas piket dan administrator kurikulum.

​”Siswa melaporkan jumlah kehadiran rekan-rekannya dan kehadiran guru hari itu. Jika ada kekeliruan input, wali kelas dan admin bisa melakukan validasi ulang. Jadi sistemnya sangat transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Arry.

​Selain mempermudah pengawasan, aplikasi ini mendukung program pemerintah dalam hal administrasi digital (paperless). Guru kini tidak perlu lagi repot dengan agenda fisik yang menumpuk untuk laporan IKI (Indikator Kinerja Individu), karena semua data sudah terekam secara otomatis dan bisa diunduh kapan saja.

​”Data ini nantinya kami serahkan kepada Kepala Sekolah sebagai bahan evaluasi bulanan. Kami hanya menyediakan datanya secara statistik, sementara tindak lanjut atau kebijakan tetap ada di tangan pimpinan,” pungkasnya.

​Meski sempat ada kendala teknis terkait keamanan server, pihak sekolah memastikan telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menjamin keamanan data dalam sistem “Si Jawara” tersebut (Jae)