KAPOL.ID – Universitas Widyatama (Utama) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global. Melalui gelaran Job Fair Widyatama 2026 yang berlangsung di area kampus pada Selasa (14/4/2026),
Universitas ini menargetkan penyerapan tenaga kerja yang maksimal sesuai visi program pemerintah “Kampus Berdampak”.
Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana kurikulum kampus relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
”Tujuan kami jelas, mendukung program pemerintah ‘Kampus Berdampak’. Lulusan perguruan tinggi minimal harus bisa diserap tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja, dan memiliki penghasilan di atas rata-rata,” ujar Prof. Dadang di sela-sela kegiatan.
Fokus pada Kompetensi dan Keberlanjutan
Prof. Dadang menjelaskan, Widyatama kini berkonsentrasi pada kategori Academic University. Fokus utamanya adalah mengelola Tridarma Perguruan Tinggi untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi, semangat, dan kualitas agar memiliki bekal hidup yang berkelanjutan.
”Kami ingin lulusan Widyatama berdampak bagi masyarakat, membantu mengentaskan kemiskinan, hingga isu stunting. Melalui job fair ini, kami juga meminta evaluasi dari mitra industri. Jika ada yang kurang relevan, berikan masukan agar kurikulum kami perbaiki,” tambahnya.
Menariknya, cakupan kerja sama Widyatama kini semakin meluas ke kancah internasional. Prof. Dadang menyebutkan adanya program pelatihan untuk pengiriman tenaga kerja ke Jerman dan Jepang.
Sementara itu, Kepala Pusat Karir Universitas Widyatama Pipin Sukandi mengungkapkan bahwa animo peserta tahun ini sangat luar biasa. Tercatat ada 40 perusahaan mulai dari skala nasional, multinasional, hingga internasional yang ikut berpartisipasi dengan total 56 booth.
”Target kami 2.000 pengunjung. Hingga pukul 09.00 pagi tadi saja, sudah ada 1.500 pelamar yang meregistrasi secara online. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, bukan hanya bagi alumni Widyatama,” jelasnya.
Terkait tingkat penyerapan, Pusat Karir mencatat rata-rata 70 persen lulusan Widyatama terserap setiap tahunnya. Sisanya, mayoritas memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau berwirausaha.
Ada yang berbeda pada gelaran tahun ini. Selain kehadiran perusahaan-perusahaan internasional yang lebih banyak, Job Fair Widyatama 2026 juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas.
”Tahun ini lebih inklusif dengan adanya lowongan untuk disabilitas. Untuk proses rekrutmen, ada perusahaan yang langsung melakukan seleksi on the spot, ada juga yang menjadwalkan interview lanjutan di kampus setelah acara selesai,” ungkap Pipin
Pelaksanaan acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat dan Disnaker Kota Bandung, terutama dalam hal perizinan dan fasilitasi hubungan dengan perusahaan mitra.
”Kepercayaan mitra industri terhadap Widyatama diakui sangat kuat. Hal ini tidak terlepas dari rekam jejak alumni yang dinilai memiliki attitude dan kompetensi yang baik di tempat kerja.” pungkasnya. (Am)






