KAPOL.ID – Suasana di Kampung Legokkadu, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, belakangan ini tak lagi tenang. Warga kini dihantui rasa was-was menyusul aksi segerombolan monyet liar yang mulai berani merangsek masuk ke pemukiman penduduk.
Bukan sekadar melintas di pekarangan, gerombolan primata ini sudah bertindak nekat dengan membobol rumah-rumah warga. Mereka masuk melalui jendela dan celah atap, mencari makan, hingga merusak apa saja yang ada di dalam rumah.
”Yang masuk itu bukan cuma satu atau dua ekor, malah sampai empat ekor sekaligus ke dalam satu rumah,” ujar Adis Ketua RT setempat
Rumah Nanang Jadi Sasaran Amuk
Salah satu kejadian paling mencekam menimpa keluarga Nanang. Pada Selasa (14/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, saat Nanang dan istrinya tengah berkebun tak jauh dari rumah, mereka hanya bisa terpaku melihat kediamannya diserbu lebih dari sepuluh ekor monyet.
Nanang mengaku tak berani mendekat meski membekali diri dengan golok. Pasalnya, gerombolan monyet tersebut sangat beringas dan justru balik menantang saat hendak diusir.
”Semua perabotan di dalam rumah hancur, Pak. Jendela rusak, kacanya pecah-pecah dibantingi mereka. Istri saya sampai menangis menjerit-jerit melihat rumah kami diacak-acak, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tutur Nanang
Menurut pengakuannya, monyet-monyet tersebut tampak “marah” jika tidak menemukan makanan di dapur. Amarah kawanan hewan ini diluapkan dengan menghancurkan barang-barang milik warga.
Keresahan serupa dirasakan warga lainnya. Meski berhasil mencegah monyet masuk dengan mengunci rapat pintu dan jendela, mereka tetap merasa terancam karena kawanan monyet tersebut kerap berjaga di teras rumah seolah mencari celah untuk masuk
Serbuan monyet yang diduga berasal dari hutan di sekitar kampung ini sebenarnya bukan hal baru, namun belakangan intensitas dan tingkat keberingasannya semakin meningkat.
”Warga di sini sudah bingung harus bagaimana. Mau dibunuh, kan dilarang. Tapi kalau dibiarkan, kami diteror terus. Bahkan, sudah ada warga yang sampai memilih pindah rumah karena saking takutnya dengan teror monyet ini,” pungkas Adis.
Hingga saat ini, warga hanya bisa pasrah sambil berharap ada solusi nyata dari pihak terkait sebelum jatuh korban luka akibat serangan primata yang kian beringas tersebut (Adji Shg)












