SUMEDANG, KAPOL.ID – Menginjak usia ke-448 tahun, Kabupaten Sumedang tidak hanya merayakan angka historis.
Di bawah komando manajerial Sekretaris Daerah (Sekda) Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si., momentum Hari Jadi Sumedang (HJS) tahun ini diletakkan sebagai fondasi transformasi besar: meruntuhkan kekakuan birokrasi menuju pelayanan publik yang lincah dan berbasis teknologi, namun tetap memiliki sisi kemanusiaan yang kuat.
Bagi Tuti Ruswati, birokrasi modern tidak boleh lagi sekadar menjadi “mesin pemroses kertas”. Namun ia menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu menembus batas prosedural demi menghadirkan solusi nyata bagi warga.
“Filosofi HJS ke-448 ini adalah pengingat bahwa kita adalah penerus nilai luhur para pendahulu. Namun, bentuk pengabdian itu harus adaptif. ASN harus hadir sebagai pemberi solusi, bukan sekadar pelaksana administrasi,” tegas Tuti dalam refleksi mendalamnya.
Visi “Sumedang Membumi” yang ia gaungkan menjadi kompas baru bagi pemerintah daerah. Kebijakan tidak boleh hanya berhenti di meja rapat, melainkan harus memenuhi prinsip Kadeuleu, Karampa, Karasa (terlihat, terjamah, dan terasa) manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sumedang telah lama dikenal sebagai pelopor dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Namun di tangan Tuti, digitalisasi bukan sekadar koleksi aplikasi. Baginya, teknologi adalah instrumen untuk melawan ketidakefisienan.
Prinsip Utama: Pelayanan yang lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat.
Target Integrasi: Menghubungkan layanan dari tingkat kabupaten hingga desa (layanan menyeluruh dari awal hingga akhir).
Keadilan Akses: Memastikan warga pelosok mendapatkan hak dasar (seperti administrasi kependudukan dan bantuan sosial) secepat masyarakat perkotaan.
Visi “Menembus Batas” ini juga diterapkan dalam penanganan isu sosial krusial. Tuti menekankan penggunaan data yang akurat (berdasarkan nama dan alamat) untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran.
Pendekatan yang diambil tidak lagi bersifat sektoral atau berjalan sendiri-sendiri, melainkan menyeluruh. Integrasi lintas sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi keluarga—dikawal ketat melalui pemantauan digital dan peninjauan lapangan yang berkelanjutan.
Sebagai motor penggerak visi ini, Tuti terus memperkuat manajemen talenta berbasis sistem prestasi. Tujuannya adalah menciptakan budaya kerja yang profesional melalui:
Sistem Merit: Memastikan orang yang tepat di tempat yang tepat berdasarkan kompetensi dan rekam jejak.
Budaya Inovasi: Mendorong ASN untuk berani keluar dari zona nyaman.
Integritas: Menanamkan nilai pengabdian yang tulus sebagai pelayan publik.
Menutup narasinya di momentum HJS ke – 448, Sekda Tuti Ruswati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi. Ia meyakini bahwa keberhasilan pembangunan adalah hasil dari sinergi antara birokrasi profesional dan partisipasi aktif warga.
“Mari kita jadikan Hari Jadi Sumedang ini sebagai momentum untuk mewujudkan Sumedang yang sejahtera, agamis, maju, profesional, dan kreatif. Kita bergerak dari baik menjadi unggul, dari sekadar cukup menjadi berdampak nyata,” pungkasnya optimis. (Guh)***












