KANAL

Program Gaslah Lampaui Target, DLH Kota Bandung Klaim Pengolahan Sampah Organik Capai 62 Ton Per Hari

×

Program Gaslah Lampaui Target, DLH Kota Bandung Klaim Pengolahan Sampah Organik Capai 62 Ton Per Hari

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berpacu dengan waktu dalam menangani persoalan sampah yang kian menuai keluhan warga. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), skema penanganan dari hulu hingga hilir kini diperketat guna mengantisipasi tumpukan sampah di berbagai sudut kota.

​Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyebutkan, salah satu program yang menjadi tumpuan saat ini adalah Gerakan Sampah Kelar di Wilayah (Gaslah). Sejak digulirkan akhir Januari lalu, grafik pengolahan sampah organik diklaim menunjukkan tren positif.

​“Target awal kita 40 ton per hari, namun data terbaru menunjukkan capaian kita sudah menyentuh angka 62 ton. Rata-rata harian saat ini stabil di kisaran 45 hingga 62 ton,” ujar Darto saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).

​Menurut Darto, angka tersebut menjadi sinyal bahwa pola pengolahan sampah di tingkat wilayah mulai efektif mengurangi beban sampah kota yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

​Selain fokus pada pengolahan organik, Pemkot Bandung juga rutin menggelar program Sasapu setiap Minggu subuh untuk menyisir titik-titik krusial di seluruh wilayah kota. Penguatan infrastruktur pun terus dilakukan, salah satunya melalui pembangunan 1.473 unit kompos pit yang diproyeksikan mampu menyerap 60 ton sampah organik per hari.

​Namun, Darto tak menampik bahwa tantangan besar sudah di depan mata. Pasalnya, TPA Sarimukti direncanakan akan ditutup total pada 1 Agustus mendatang. Padahal, volume sampah Kota Bandung yang dibuang ke sana masih tergolong tinggi.

​“Kita harus bersiap. Penutupan Sarimukti ini menjadi perhatian serius bagi kami. Jangan sampai saat hari H nanti muncul persoalan yang jauh lebih besar karena kita tidak siap,” tegasnya

​Saat ini, volume sampah dari Kota Bandung yang mengalir ke TPA Sarimukti masih berada di angka 1.100 ton per hari. Darto menekankan bahwa upaya pemerintah tidak akan pernah cukup tanpa adanya kesadaran kolektif dari warga.

​Ia mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mulai disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah. Hal ini menjadi kunci utama agar ketergantungan pada TPA bisa ditekan secara signifikan.

​“Persoalan sampah ini tidak bisa diselesaikan oleh kami sendiri. Butuh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya,” pungkas Darto. (Jm)