KAPOL.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memompa semangat dan optimisme bagi skuad Persib Bandung yang akan berlaga melawan Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi Super League 2026.
Meski menyadari tensi persaingan kian memuncak, orang nomor satu di Kota Bandung ini meyakini Maung Bandung bakal meraih poin penuh.
“Persib mah menang lah. Saya masih sangat optimis walaupun tipis,” ujar Farhan, Kamis (30/4/2026).
Farhan menggarisbawahi bahwa di level sepak bola profesional, pertarungan sesungguhnya tidak hanya terjadi di atas rumput hijau, melainkan juga melibatkan dinamika di luar lapangan. Hal inilah yang menurutnya perlu diwaspadai oleh jajaran tim dan manajemen.
“Yang namanya persaingan di tingkat olahraga profesional tidak hanya di lapangan, di luar lapangan juga pasti terjadi. Kita harus waspada,” katanya.
Farhan mengakui posisi Persib saat ini belum sepenuhnya aman dari kejaran rival. Selisih poin yang sangat rapat menuntut konsentrasi tinggi di setiap laga sisa demi menjaga asa mempertahankan gelar juara.
“Kita tidak pernah unggul banyak. Paling empat poin. Ini sekarang mepet, jadi harus tetap waspada,” ungkap Farhan.
Disinggung mengenai kemungkinan Maung Bandung kembali mengangkat trofi musim ini, ia menyatakan keyakinannya bahwa sejarah juara bisa terulang kembali, meskipun tim-tim pesaing dipastikan bakal memberikan perlawanan habis-habisan.
“Optimis Persib bisa juara lagi. Tapi ya wajar, klub pesaing juga pasti tidak mau kita juara,” tambahnya.
Menariknya, Farhan sudah menyiapkan instruksi khusus jika nantinya Persib berhasil mengunci gelar juara. Sadar akan potensi euforia besar dari masyarakat di jalanan, ia melarang keras Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung untuk ikut dalam barisan konvoi.
Sebaliknya, para pegawai pemerintah justru diminta turun ke lapangan dengan peran yang berbeda untuk memastikan ketertiban kota tetap terjaga.
“Kalau juara dan terjadi konvoi, saya perintahkan seluruh pegawai Pemkot Bandung tidak boleh ikut konvoi. Mereka harus jadi petugas kebersihan,” tegas Farhan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengantisipasi dampak keramaian, terutama masalah sampah dan estetika kota usai perayaan massa.
“Saya mengajak seluruh warga Bandung untuk merayakan setiap momentum dengan tertib dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.” pungkasnya. (Am)












