KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Prof. Atip Latifulhayat, melakukan kunjungan kerja maraton ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (23/5/2026). Salah satu agenda utamanya adalah meninjau langsung geliat pendidikan di SMP Negeri 2 Singaparna.
Kedatangan orang nomor dua di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah. Tampak hadir Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi, Asisten Daerah (Asda) I Ir. Ruby Azhari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wandi Herpiandi, serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.
Setibanya di kompleks sekolah, Prof. Atip didampingi Bupati dan rombongan langsung bergerak menuju ruang kelas. Fokus utamanya adalah melihat dari dekat pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), sebuat perangkat pembelajaran modern berbasis digital yang merupakan bantuan langsung dari Presiden RI
”Alhamdulillah, anak-anak di sekolah ini kami lihat sudah sangat paham dan cakap menggunakan PID. Ini adalah model proses pembelajaran berbasis digital, di mana saat proses belajar mengajar berlangsung, para siswa bisa berinteraksi langsung melalui papan digital tersebut,” ujar Prof. Atip di sela-sela peninjauan.
Guru besar hukum internasional tersebut berharap, kehadiran teknologi ini mampu mendongkrak cakrawala berpikir siswa. Dengan basis sistem operasi Android, PID diharapkan memudahkan siswa mengeksplorasi materi pelajaran secara lebih luas dan interaktif sesuai kebutuhan mereka.
Di tempat yang sama, Kepala SMPN 2 Singaparna, Ceceng Kosasih, M.Pd., menyampaikan langsung kepada Wamendikdasmen bahwa anak didiknya sangat gandrung dengan metode belajar menggunakan PID. Namun, ia juga menyelipkan secercah harapan di hadapan sang Wamen.
”Semua anak-anak sangat menyukai pembelajaran melalui PID ini. Namun kendalanya, saat ini kami baru memiliki satu unit. Sementara jumlah siswa di sini mencapai 600 orang lebih. Jadi, terpaksa penggunaannya harus digilir,” ungkap Ceceng.
Mendengar aspirasi dan antusiasme yang tinggi dari pihak sekolah, Prof. Atip langsung memberikan respons segar yang disambut semringah oleh pihak sekolah.
”Kalau memang sangat dibutuhkan dan dampaknya positif, insya Allah akan kami tambah lagi dua unit,” ucap Pak Wamen
Tak hanya mengecek digitalisasi sekolah, Prof. Atip juga menyempatkan diri berkeliling memeriksa beberapa ruang kelas yang baru selesai direnovasi sekitar tiga bulan lalu. Ia menegaskan, suksesnya program wajib belajar harus ditopang oleh fasilitas yang representatif.
”Sarana pendidikan itu harus menunjang kenyamanan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Kalau ruangannya nyaman, anak-anak juga akan lebih fokus menyerap ilmu,” tandasnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kadeudeuh atas semangat pendidikan di SMPN 2 Singaparna, di akhir kunjungannya, Wamendikdasmen secara simbolis menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 25 juta untuk operasional sekolah. (JM)







