KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri puncak peringatan Milangkala Kecamatan Cisarua ke-25 sekaligus meresmikan dan menyerahkan kunci rumah relokasi bagi warga terdampak pergerakan tanah di Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumedang, Kepala Dinas Perkimtan, Camat Cisarua, Danposramil Cisarua, Kapolsek Cisarua, Pemerintah Desa Cisalak, serta para penerima manfaat relokasi.
Dalam sambutannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merelokasi empat rumah warga yang terdampak bencana longsor dan pergerakan tanah tahun sebelumnya.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana bisa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, sehingga mereka dapat hidup tenang dan nyaman tanpa kekhawatiran,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, proses relokasi dilakukan melalui pengadaan lahan oleh pemerintah daerah sekaligus pembangunan rumah bagi warga terdampak. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam penanganan pasca bencana secara berkelanjutan.
“Ini menjadi solusi agar masyarakat bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman dari potensi bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Sumedang, Marlina, mengatakan bahwa penyerahan kunci rumah relokasi dilakukan setelah seluruh proses pembangunan selesai.
“Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan kunci kepada empat rumah relokasi bagi korban pergerakan tanah di Desa Cisalak. Rumah sudah selesai dibangun dan siap dihuni,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rumah relokasi tersebut merupakan rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, serta fasilitas dasar lainnya. Warga juga diimbau untuk segera menyesuaikan administrasi kependudukan sesuai alamat baru.
Marlina menambahkan, bangunan rumah lama di lokasi rawan bencana diminta untuk tidak lagi dihuni dan rencananya akan dibongkar serta dijadikan area penghijauan dengan tanaman keras guna mengurangi risiko bencana.
Selain empat unit rumah yang telah diserahkan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan satu unit rumah tambahan pada tahun 2027 di lahan yang telah disiapkan di lokasi yang sama.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan rumah pascabencana di Kabupaten Sumedang akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk mempercepat proses asesmen dan penanganan kerusakan akibat bencana.
“Ke depan kita akan lebih masif dan terintegrasi agar penanganan rumah pascabencana lebih cepat dan masyarakat lebih terlindungi,” pungkasnya. (AZS)












