PENDIDIKAN

Peminat Membeludak, Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna Diserbu Ratusan Pendaftar dari Pelosok Tasikmalaya

×

Peminat Membeludak, Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna Diserbu Ratusan Pendaftar dari Pelosok Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –Program Sekolah Maung yang baru diluncurkan pada tahun pelajaran ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusiasme warga terhadap program gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tersebut terlihat jelas menjelang hari terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jumat (29/5/2026).

​Di Kabupaten Tasikmalaya, SMAN 1 Singaparna menjadi satu-satunya sekolah yang dipercaya untuk membuka program Sekolah Maung ini. Tak pelak, ratusan calon murid baru tampak berdatangan dan memadati sekolah untuk mendaftar melalui jalur khusus tersebut.

​Membeludaknya pendaftar ini menjadi bukti tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri favorit, terlebih jalur ini tidak terikat oleh sistem zonasi seperti pada jalur reguler.

​Kepala SMAN 1 Singaparna, H. Dede Iryanto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar terus mengalami lonjakan yang signifikan hingga hari terakhir penutupan pendaftaran.

​”Sampai hari terakhir ini, jumlah total pendaftar yang masuk sudah mencapai 717 orang,” ujar H. Dede saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/5/2026).

​Padahal, kata H. Dede, kuota yang tersedia untuk peserta didik program Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna ini terbilang terbatas, yakni hanya untuk 384 siswa.

​Adapun rincian kuota dari beberapa jalur masuk yang telah disiapkan antara lain:
​Jalur Potensi Akademik (10%): 38 orang
​Jalur Prestasi Rapor dan TKA (50%): 192 orang

​Jalur Prestasi Akademik (20%): 77 orang
​Jalur Kompetensi Akademik (20%): 77 orang
​Sempat Terkendala Masalah Teknis Aplikasi
​Kendati demikian, H. Dede tidak menampik bahwa pelaksanaan SPMB Sekolah Maung ini sempat diwarnai kendala teknis pada awal-awal pendaftaran.

Pada hari pertama, aplikasi pendaftaran sempat mengalami hambatan, kemudian di hari kedua terjadi eror sistem yang membuat pihak sekolah tidak bisa menerima pendaftaran maupun melakukan verifikasi.

​”Di hari pertama aplikasi sempat terkendala, lalu di hari kedua TKA (Tes Kompetensi Akademik) belum muncul. Baru di hari ketiga dan keempat pendaftar mulai masuk, dan puncaknya mulai membeludak itu pada hari Kamis,” terangnya.

​Pendaftar Meluas Hingga Wilayah Tasela
​Ada fenomena menarik pada pelaksanaan SPMB kali ini. Jika biasanya pendaftaran PPDB di SMAN 1 Singaparna didominasi oleh calon siswa lokal dari wilayah sekitar seperti Kecamatan Singaparna, Sukarame, Leuwisari, dan Padakembang, kini jangkauannya jauh meluas.

​H. Dede menyebutkan, ada calon siswa dari wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela), seperti Kecamatan Cipatujah dan Cikalong, yang ikut mendaftarkan diri.

​”Ini fenomena yang jarang sekali terjadi. Ada calon siswa baru dari Cipatujah dan Cikalong yang daftar ke SMAN 1 Singaparna. Padahal kita tahu, jarak geografis dari Singaparna ke wilayah Cipatujah atau Cikalong itu sangat jauh, lebih dari 40 kilometer,” pungkasnya. (Adji Shg)