KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang terus tancap gas demi mendongkrak capaian kepemilikan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat.
Langkah konkret ini salah satunya diwujudkan lewat gelaran Sosialisasi Peningkatan Kepemilikan Dokumen Pencatatan Sipil yang dipusatkan di Sapphire City Park Sumedang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, jajaran Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumedang, serta para Kasi Pelayanan Publik dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Sumedang.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumedang, H. Bangbang Kustiantoro mengakui, salah satu tantangan berat yang dihadapi jajarannya saat ini adalah masih minimnya pemahaman masyarakat terkait inovasi Jampe Harupat
”Tantangan terbesar kami adalah masih ada sebagian masyarakat yang belum ngeh (tahu) soal inovasi Jampe Harupat ini. Maka dari itu, sosialisasi harus terus digenjot lebih luas lagi agar masyarakat paham dan bisa memanfaatkan layanan ini secara maksimal,” ujar Bangbang.
Guna mengoptimalkan layanan tersebut, Bangbang menegaskan bahwa Disdukcapil telah memperluas sayap kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk menggandeng para bidan.
”Kami sudah melakukan MoU dengan IBI Kabupaten Sumedang. Jadi, seluruh bidan di Sumedang sekarang sudah punya akses untuk memanfaatkan inovasi ini,” terangnya.
Tak hanya bidan, kerja sama serupa juga telah dijalin dengan seluruh rumah sakit dan klinik bersalin yang tersebar di wilayah Sumedang.
”Rumah Sakit Marwirahadikusumah, RS Pakuwon, RS Cimalaka, Klinik Mitra, dan faskes lainnya sudah bekerja sama dan punya akses langsung ke layanan Jampe Harupat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati menegaskan, sosialisasi ini merupakan bagian penting dari upaya mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang Adminduk.
”Hari ini kita evaluasi bersama, salah satunya terkait layanan Jampe Harupat. Targetnya jelas, memantapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Tuti.
Berdasarkan data yang ada, Tuti membeberkan bahwa capaian kepemilikan dokumen kependudukan di Sumedang secara umum sebenarnya sudah menyentuh angka 70 persen. Namun, khusus untuk pemanfaatan inovasi Jampe Harupat, angkanya baru bertengger di 54 persen.
”Angka ini (54 persen) harus kita dongkrak. Makanya kami kumpulkan pihak kecamatan, bidan, dan layanan kesehatan agar sosialisasi ini kembali dimassifkan. Ini adalah hak dasar warga negara yang wajib dipenuhi oleh pemerintah,” tegas Sekda.
Demi mempercepat penyebaran informasi, Tuti mengaku sudah menginstruksikan Disdukcapil untuk membuat terobosan media sosialisasi berupa video edukatif yang interaktif.
”Saya sudah minta Pak Kadis buat video sosialisasi yang nanti disebar sampai ke tingkat desa. Jadi informasi ini bisa menyebar dari mulut ke mulut, dan tidak ada lagi warga Sumedang yang ketinggalan info soal layanan digital Jampe Harupat ini,” ucapnya.
Menurut Tuti, program Jampe Harupat ini sejatinya sangat memanjakan masyarakat. Pasalnya, hanya lewat satu kali pengurusan, bayi yang baru lahir bisa langsung mengantongi empat dokumen kependudukan sekaligus.
”Lewat layanan ini, bayi baru lahir langsung dapat perubahan Kartu Keluarga (KK), NIK, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Akta Kelahiran secara paket. Ini kemudahan nyata yang kami berikan untuk masyarakat Sumedang,” pungkasnya. (ZS)






