KAPOL.ID – Di balik megahnya deretan infrastruktur di Pusat Pemerintahan Sumedang, terdapat detak kepedulian yang hangat tengah dipersiapkan.
Menjelang bergulirnya Tahun Ajaran 2026/2027, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang kembali meneguhkan perannya sebagai penyambung asa bagi mereka yang membutuhkan.
Sebanyak 250 anak yatim piatu dari tujuh kelurahan di Kabupaten Sumedang akan menjadi penerima manfaat dalam program bantuan perlengkapan sekolah yang diinisiasi lembaga tersebut Langkah ini bukan sekadar rutinitas pembagian seragam atau alat tulis.
Lebih dari itu, ini adalah upaya kolektif untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi tembok penghalang bagi anak-anak untuk merajut mimpi di ruang-ruang kelas.
Ketua Baznas Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., memandang pendidikan sebagai fondasi utama peradaban. Baginya, menyalurkan bantuan berupa tas, seragam, hingga sepatu adalah investasi jangka panjang yang nilainya melampaui angka-angka di atas kertas.
”Pendidikan adalah tiket menuju masa depan. Kami ingin memastikan anak-anak kita tidak hanya duduk di bangku sekolah dengan penuh percaya diri, tetapi juga memiliki semangat yang menyala tanpa harus terbebani oleh bayang-bayang kesulitan ekonomi keluarga,” ujar Ayi Subhan kepada awak media.
Ayi menegaskan bahwa kehadiran Baznas di sini adalah bentuk pengejawantahan dari konsep zakat produktif, zakat yang tidak hanya memberi makan hari ini, tetapi juga memberi nutrisi bagi kecerdasan dan masa depan generasi penerus.
Inisiatif Baznas Sumedang ini berpijak pada landasan kokoh. Secara regulatif, aksi ini menjadi manifestasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sekaligus menjadi bukti dukungan terhadap visi nasional dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.
Lebih dalam lagi, program ini menjadi intervensi sosial krusial bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memitigasi angka putus sekolah.
Melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, Baznas berperan sebagai “jaring pengaman” yang menjaga agar tidak ada satu pun generasi muda Sumedang yang kehilangan kesempatan belajar karena kendala finansial.
Sejalan dengan semangat pelayanan kemanusiaan yang holistik, lembaga ini pun tengah merancang agenda pelayanan kesehatan, yakni sunatan massal bagi keluarga prasejahtera.
Program ini merupakan refleksi dari dedikasi Baznas untuk menyentuh aspek-aspek paling dasar kebutuhan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga.
”Kami adalah wadah amanah dari para muzaki. Tanggung jawab kami adalah memastikan setiap tetes zakat yang dikelola, bermuara pada senyum dan kemandirian masyarakat,” pungkas Ayi.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran Baznas Sumedang memberikan sinyal kuat: bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kunci utama pembangunan.
Bagi 250 anak yatim piatu tersebut, bantuan ini adalah pesan bahwa mereka tidak sendiri; bahwa ada banyak tangan yang siap menopang langkah mereka menuju masa depan yang lebih cerah.***






