KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 07 Kabupaten Cianjur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-X Tahun 2026 di ruang sidang Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6/2026).
Mengusung tema “Bersama Menuju Untuk Kemajuan Organisasi Cianjur Era Baru”, momentum ini menegaskan posisi RAPI sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam urusan kemanusiaan.
Mengingat kondisi geografis Kabupaten Cianjur yang luas dan berliku, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) mengambil langkah taktis. Pemkab telah menyiapkan kanal khusus berbasis VHF yang memasuki tahun kedua operasionalnya.
Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Cianjur, Sofyan Sauri, S.Sos., menjelaskan bahwa kanal ini merupakan inisiatif yang didorong langsung oleh Kadiskominfo dan Bupati Cianjur guna mengantisipasi kebencanaan secara cepat.
”Kanal VHF ini sengaja dibuka untuk umum, khususnya bagi OPD terkait, relawan, termasuk kawan-kawan di RAPI dan ORARI. Setiap malam diadakan roll call atau absen untuk memonitor kondisi keamanan dan kebencanaan di 32 kecamatan. Kita tidak bisa bergerak sendiri,” ujar Sofyan.
Inisiatif Pemkab Cianjur ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum RAPI Nasional, H. Riza Fachrial, SE. Menurutnya, langkah Cianjur menyediakan infrastruktur repeater secara gratis bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia yang rawan bencana.
Terkait agenda nasional, Riza menambahkan bahwa RAPI fokus pada pembenahan internal. “Pada Rakernas di Semarang Juli mendatang, fokus kita adalah perubahan dan pengesahan Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Organisasi (PO). Kita pastikan RAPI tetap menjadi organisasi yang paling netral dan tidak berpolitik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RAPI Cianjur, Iedvhan Prima. P, S.Sos., memaparkan bahwa Muswil X ini menjadi ruang evaluasi kinerja organisasi selama 4 tahun terakhir. Di tengah gempuran teknologi modern dan internet, RAPI Cianjur nyatanya tetap diminati dengan mengantongi sekitar 700 anggota aktif dari total hampir 1.000 anggota.
Menyinggung soal bursa ketua dalam Muswil kali ini, Iedvhan memilih merendah dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada 7 lokal yang ada di Cianjur.
”RAPI itu unik, nama calon biasanya tidak mencuat di awal, semua tergantung dinamika anggota. Secara pribadi saya tidak mencalonkan diri lagi. Namun, jika teman-teman lokal kembali memandatkan dan siap bekerja bersama hasil raker, saya menyatakan bersedia,” ungkap Iedvhan.
Suasana Muswil semakin hangat dengan kehadiran Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi. Di tengah padatnya jadwal, orang nomor satu di Kepolisian Resor Cianjur ini memaksakan diri hadir karena memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan organisasi ini.
AKBP Alexander mengungkapkan, dirinya merupakan pemegang call sign Juliett Zulu 11 Golf India Alfa (JZ11GIA) daerah asal Jawa Tengah, yang merupakan turunan dari almarhum sang ayah.
”Saya dan keluarga sudah lama menjadi bagian dari keluarga besar RAPI. Saya tahu betul di lapangan, baik saat situasi normal maupun darurat bencana, RAPI selalu ada mendukung komunikasi, pencarian, hingga pemulihan. Maka saya wajib hadir di sini,” kata Kapolres
Merespons sinergi yang ditawarkan Kapolres Cianjur, Ketua RAPI Jawa Barat, Yaya Dachyarna, SE., mengaku sangat bangga dan siap menindaklanjutinya. Langkah taktis ini tidak hanya akan diperkuat di level kabupaten, melainkan akan dibawa ke tingkat provinsi.
”Apresiasi luar biasa untuk Pak Kapolres Cianjur. Ajakan sinergi ini tentu akan kami tindak lanjuti secara resmi, termasuk membuka komunikasi strategis di tingkat provinsi bersama Polda Jabar, agar wilayah-wilayah lain bisa menduplikasi pola kemitraan yang luar biasa ini,” pungkas Yaya






