KANAL

Membangun Asa dari Desa: Kiprah Kades Erik Transformasi Pertanian Cipelang Melalui Embung Penadah Hujan

×

Membangun Asa dari Desa: Kiprah Kades Erik Transformasi Pertanian Cipelang Melalui Embung Penadah Hujan

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Di tengah tantangan perubahan iklim yang sering kali menghambat produktivitas petani, Kepala Desa Cipelang, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Dede Erik, muncul dengan langkah progresif.

Ia tengah menginisiasi program pembangunan embung penadah air hujan yang diproyeksikan menjadi kunci perubahan besar bagi sektor pertanian di wilayahnya.

​Desa Cipelang dikenal sebagai wilayah dengan potensi agraris yang besar di Kecamatan Ujungjaya. Namun, seperti banyak daerah lainnya, sebagian besar lahan pertanian di desa ini masih mengandalkan sistem tadah hujan.

Ketergantungan terhadap cuaca ini membuat petani selama ini hanya mampu melakukan satu kali masa panen dalam setahun (IP 100), sehingga pendapatan petani menjadi terbatas dan rentan terhadap risiko gagal panen saat kemarau tiba.

​Sebagai Kepala Desa, Dede Erik dikenal sebagai sosok yang visioner dan dekat dengan masyarakat. Ia memahami bahwa kesejahteraan warga Desa Cipelang sangat bergantung pada sektor pertanian. Oleh karena itu, ia tidak hanya berpangku tangan melihat kendala air yang dihadapi warganya.

Erik secara aktif melakukan pendekatan birokrasi dan koordinasi intensif dengan pihak Perhutani Sumedang untuk mengupayakan pemanfaatan lahan sebagai lokasi penadah air hujan (embung).

*​Embung sebagai Kunci Kemandirian Pangan*

​Program pembangunan embung ini bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan sebuah strategi jangka panjang untuk mendongkrak ekonomi desa. Jika embung ini terealisasi, manfaat yang dirasakan petani akan sangat signifikan:

​Peningkatan Produktivitas: Dengan ketersediaan air yang terjamin sepanjang tahun, pola tanam yang tadinya hanya satu kali setahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali setahun (IP 300).

*​Ketahanan Ekonom*: Peningkatan frekuensi panen akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga di Desa Cipelang.

*​Sinergi Lingkungan*: Selain mengairi sawah, keberadaan embung ini nantinya akan berfungsi sebagai area konservasi air yang menjaga kelestarian ekosistem di sekitar kawasan hutan. Keberhasilan program ini kini tengah diupayakan melalui jalur kolaborasi.

Erik sadar bahwa sinergi dengan berbagai pihak, terutama Perhutani Sumedang, adalah kunci legalitas dan keberlanjutan proyek. Langkah yang diambil Erik mencerminkan model kepemimpinan desa masa kiniyang tidak hanya mengandalkan anggaran internal, tetapi juga mampu membangun jejaring eksternal demi kepentingan masyarakat luas.

​”Kami berkomitmen agar petani di Cipelang tidak lagi kesulitan air. Dengan adanya embung ini, kita ingin memastikan tanah kami tetap produktif dan petani bisa lebih sejahtera,” ujar dukungan masyarakat terhadap langkah tersebut.

​Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, program yang diusung Erik diharapkan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumedang dalam upaya menghadapi tantangan irigasi pertanian masa depan.*(GUH)*