KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat yang berlangsung di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026), resmi Tantan Shulton keluar sebagai pemenang mutlak dan ditetapkan sebagai Ketua PWI Jawa Barat masa bakti 2026–2031.
Dalam proses penghitungan suara yang disahkan panitia pelaksana, Tantan Shulton berhasil mengantongi 444 suara dari total 699 suara yang masuk. Angka tersebut setara dengan 63,52 persen dari total partisipasi pemilih, atau 64,25 persen dari keseluruhan suara sah kandidat.
Sementara rivalnya, Ardiansyah (Andy), memperoleh 247 suara atau sekitar 35,34 persen dari total suara. Adapun suara tidak sah tercatat sebanyak 6 suara (0,86 persen) dan pemilih abstain sebanyak 2 suara (0,29 persen). Dengan hasil ini, Tantan melenggang mulus dengan keunggulan selisih 197 suara.
Dalam pidato perdananya usai penetapan hasil, Tantan Shulton menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota PWI Jawa Barat yang telah menyalurkan hak pilihnya secara kondusif dan demokratis. Ia menegaskan, kemenangan ini bukan milik pribadi melainkan kemenangan seluruh keluarga besar PWI Jabar.
”Saya berharap kita semua ingat bahwa kita adalah satu keluarga besar PWI Jawa Barat. Konferprov telah usai, dan ini adalah momentum penting bagi kita untuk bergerak bersama memajukan organisasi,” ujar Tantan. Rabu (12/6/2026) Malam.
Demi menjaga solidaritas dan memperkuat jajaran kepengurusan ke depan, Tantan menyatakan keterbukaannya untuk merangkul seluruh pihak, termasuk kubu pesaingnya.
”Pak Olan, Ahmad Sukri atau Kang Ari dan jajarannya dapat saling bekerja sama untuk membentuk tim PWI Jawa Barat yang solid, kuat, dan profesional,” tambahnya.
Senada dengan semangat persatuan ketua terpilih, perwakilan PWI Pusat yang hadir dalam ajang Konferprov turut memberikan arahan tegas. PWI Pusat mengimbau seluruh jajaran anggota di Jawa Barat untuk menyikapi hasil pemungutan suara secara dewasa dan segera mengakhiri segala bentuk faksi atau pengelompokan pasca-pemilihan.
PWI Pusat meminta seluruh konstituen kembali fokus pada penguatan kapasitas jurnalistik, penegakan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta menjaga integritas PWI sebagai salah satu pilar utama demokrasi di Tanah Pasundan. (JM)






