KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Menjalankan roda organisasi sosial kemanusiaan di wilayah geografis yang menantang punya cerita tersendiri. Hal itulah yang kini dirasakan jajaran pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal 06 Cianjur Selatan.
Membawahi empat kecamatan sekaligus yakni Sindangbarang, Naringgul, Cidaun, dan Cikadu, RAPI Lokal 06 kini terus berbenah di tengah berbagai dinamika. Mulai dari faktor SDM hingga kendala geografis yang kerap membuat komunikasi radio terisolasi alias sekip (blank spot).
Wakil Ketua I RAPI Lokal 06 Cianjur Selatan, Asep Dewa mengungkapkan, saat ini tercatat ada sekitar 80 anggota definitif di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, tingkat keaktifan anggota berada di angka sekitar 70 persen.
”Sekarang posisinya kami sedang melangkah bertahap dengan kepengurusan baru. Intinya kita bawa enjoy saja, tidak mau terdesak-desak,” ujar Dewa di sela-sela Muswil RAPI Cianjur, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Dewa, latar belakang anggota memang berbeda-beda, baik dari sisi SDM maupun materi. Selama ini kegiatan masih agak ketergantungan ke pengurus. Namun, perlahan sekarang mulai diarahkan agar semua bergerak bersama demi menjaga kekompakan.
Efektif di Daerah Rawan Bencana dan Wisata
Meski berada jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, kehadiran RAPI di wilayah Cianjur Selatan dinilai sangat vital dan dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat.
Kontur wilayah selatan yang didominasi pegunungan rawan bencana sekaligus garis pantai tempat wisata, membuat komunikasi radio menjadi jalur alternatif paling efektif.
”Sangat efektif dan bermanfaat. Wilayah kami ini kan selain banyak sekip, juga merupakan daerah wisata yang jalurnya melewati pegunungan rawan bencana,” tuturnya.
Pihaknya mengaku sudah merapat ke birokrasi di empat kecamatan. Sambutannya dinilai baik, meski memang sosialisasi belum maksimal karena kaderisasi usia muda di organisasi kemanusiaan ini masih minim.
Dewa tidak menampik adanya kejenuhan di kalangan anggota akibat keterbatasan jangkauan sinyal radio lokal yang monoton.
Karena faktor geografis, komunikasi seringkali hanya berputar di lingkup lokal atau istilahnya “batur sekasur”. Bahkan untuk melaporkan kegiatan ke Jabar 2 atau Jabar 3 pun kerap terkendala.
”Harapan saya, ke depan kami bisa menemukan lokasi posko yang dominan secara topografi agar pancaran ke RPU Jabar 2 dan Jabar 3 bisa bagus,” harapnya.
Kendati didera keterbatasan, aksi nyata terus ditunjukkan para relawan RAPI Lokal 06. Di setiap momen libur panjang, anggota RAPI selalu standby di sepanjang objek wisata pantai Selatan Cianjur.
Bukan sekadar memegang radio, mereka bertransformasi menjadi pemandu informasi bagi para wisatawan yang datang.
”Alhamdulillah, setiap hari libur anggota kami tempatkan di tiap objek wisata Selatan. Tugasnya bantuan komunikasi (Bankom),” jelas Dewa.
Anggota RAPI di lapangan bertugas membantu mengarahkan pengunjung, monitoring situasi pantai agar tidak ada kecelakaan laut, hingga memberikan informasi arus lalu lintas.
Sejauh ini, Kecamatan Cidaun dan Naringgul, baik Camat maupun Polseknya, menjadi wilayah yang paling antusias dan bersinergi erat dengan RAPI Lokal 06.
Sementara untuk wilayah Sindangbarang dan Cikadu, aktivitas anggota diakui agak mengendur karena terkendala jarak yang terlampau jauh.
Menyikapi hal tersebut, Dewa mengisyaratkan adanya rencana pengembangan organisasi ke depan berupa pemekaran lokal.
”Sesuai dengan arahan dari wilayah (kabupaten), ke depan mungkin akan ada pemekaran lokal agar koordinasi dan pelayanan kemanusiaan ke masyarakat bisa lebih maksimal dan terfokus,” pungkasnya. (FTH)






