KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kereta Api (KA) Siliwangi benar-benar menjadi primadona dan moda transportasi andalan bagi masyarakat di wilayah Cianjur, Sukabumi, dan sekitarnya selama masa libur panjang sekolah tahun ini.
Buktinya, pada Minggu (5/7/2026) kemarin, KA Siliwangi mencatatkan rekor fantastis dengan mengangkut sebanyak 4.628 pelanggan yang berangkat dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Angka ini menjadi jumlah keberangkatan tertinggi sepanjang periode liburan sekolah dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Tingginya antusiasme warga untuk naik kereta api lokal ini terlihat sangat konsisten selama 16 hari masa liburan. Berdasarkan data yang dihimpun, tiga perjalanan KA Siliwangi yang berangkat awal dari wilayah Daop 2 Bandung totalnya menyediakan 45.792 tempat duduk, atau rata-rata menyentuh 2.862 kursi per harinya.
Luar biasanya, selama periode liburan tersebut, total ada sebanyak 47.353 pelanggan yang memanfaatkan jasa KA Siliwangi. Alhasil, tingkat keterisian penumpang alias okupansi melesat tajam hingga menembus angka 103,41 persen.
Angka di atas 100 persen ini menjadi bukti konkret bahwa kapasitas yang tersedia termanfaatkan dengan sangat optimal melalui pola perjalanan pulang-pergi (PP) dalam satu hari, ditambah tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang lintas Cipatat hingga Sukabumi.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengungkapkan bahwa lonjakan okupansi KA Siliwangi ini menjadi bukti sahih bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api semakin tebal. Terutama, dalam mendukung aktivitas wisata, silaturahmi keluarga, maupun mobilitas harian selama momen libur sekolah.
”Pencapaian jumlah pelanggan tertinggi pada Minggu, 5 Juli 2026 kemarin menunjukkan bahwa KA Siliwangi kian menjadi pilihan utama masyarakat. Selain menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, KA Siliwangi juga menjadi solusi transportasi yang efisien untuk menghubungkan wilayah Kabupaten Cianjur hingga Sukabumi,” ujar Kuswardojo kepada awak media, Senin (6/7/2026).
Kuswardojo menambahkan, tingginya okupansi yang melampaui angka 100 persen ini mencerminkan betapa tingginya pergerakan penumpang di setiap stasiun pemberhentian sepanjang rute.
”Okupansi sebesar 103,41 persen ini menjadi motivasi besar bagi KAI untuk terus menjaga keandalan operasional, mendongkrak kualitas pelayanan, serta memastikan setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, selamat, dan berkesan,” tambahnya.
Jika dibedah per wilayah, sepanjang periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, Stasiun Cianjur sukses menempati urutan kasta tertinggi sebagai stasiun paling sibuk di lintas KA Siliwangi. Tercatat, ada sebanyak 26.310 pelanggan yang naik dari Stasiun Cianjur, dan sebanyak 27.853 pelanggan yang turun di stasiun tersebut.
Tak kalah mentereng, Stasiun Cipatat juga mencatatkan pergerakan penumpang yang cukup padat, dengan rincian 16.459 pelanggan yang naik dan 17.749 pelanggan yang turun dalam periode yang sama.
Tingginya grafik pergerakan di kedua stasiun ini mempertegas peran vital KA Siliwangi dalam merajut konektivitas dan urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah Cianjur dan sekitarnya.
Menyikapi tren positif ini, pihak KAI Daop 2 Bandung pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan seluruh masyarakat.
“Ke depan, KAI berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang prima agar kereta api tetap melekat di hati masyarakat sebagai pilihan utama saat bepergian.” pungkas Kuswardojo (AM)












