KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, geliat aktivitas masyarakat di Kota Bandung dalam mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka mulai menunjukkan peningkatan. Salah satu titik yang paling ramai diserbu adalah Pasar Kosambi, Kota Bandung.
Pasar tradisional legendaris ini menjadi destinasi utama para orang tua untuk berburu seragam sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga kelengkapan atribut pramuka dan ekstrakurikuler lainnya.
Salah seorang pedagang seragam di Lantai 1 Blok A No. 2 Pasar Kosambi, Maman, mengakui jika setiap musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tokonya selalu kedatangan konsumen yang mencari seragam.
”Kalau di sini seragam semua tingkatan ada. Dari mulai SD, SMP sampai SMA semuanya banyak yang beli, disesuaikan dengan kebutuhan sekolah anaknya,” ujar Maman, pemilik toko “Seragam Remaja”, Jumat (10/7/2026).
Mengenai harga, seragam dan perlengkapan sekolah yang dijajakan di Pasar Kosambi terbilang bervariasi dan ramah di kantong. Untuk aksesoris seperti kaus kaki dan sabuk dibanderol mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000.
Sementara untuk setelan baju seragam, harga dipatok mulai dari Rp 55.000 untuk lengan pendek dan Rp 65.000 untuk lengan panjang, tergantung ukuran.
Meski sudah memasuki musim belanja sekolah, Maman blak-blakan menyebut omset penjualan tahun ini terasa agak menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menjadi pemicu utama turunnya daya beli masyarakat.
”Untuk tahun ini kayaknya agak menurun, mungkin faktor ekonomi masyarakat yang lagi lemah. Tapi prediksinya mudah-mudahan jelang hari H nanti bisa ramai. Semua pedagang pasti mengharapkan ramai. Jangan pesimis, harus tetap optimis,” tuturnya di sela-sela melayani pembeli.
Kondisi ramai berjubelnya pembeli di sisa waktu liburan sekolah ini turut diamini oleh petugas operasi Pasar Kosambi, Gilang Ramadan. Menurut Gilang, fenomena lonjakan pengunjung menjelang tahun ajaran baru sudah menjadi tradisi tahunan di pasar tersebut.
Ia memprediksi, momen dua minggu sebelum bel masuk sekolah berbunyi merupakan periode tersibuk dan menjadi puncak perputaran uang di area konveksi Pasar Kosambi.
”Dari tahun ke tahun, dua minggu sebelum masuk sekolah itu pasti Pasar Kosambi sangat ramai. Khusus untuk area penjualan seragam memang tidak pernah sepi pembeli,” kata Gilang.
Menariknya, para pemburu seragam di Pasar Kosambi ini ternyata tidak hanya datang dari wilayah Kota Bandung saja. Banyak juga orang tua siswa yang sengaja datang dari luar daerah demi mendapatkan seragam sekolah.
”Banyak juga yang datang dari luar kota Bandung. Karena memang masyarakat luas sudah sangat memercayai kualitas bahan dan jahitan seragam yang ada di Pasar Kosambi ini,” pungkasnya. (AM)






