KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kota Bandung mencetak sejarah dengan terpilih sebagai lokasi internasional pertama penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 Edisi Bandung. Forum bisnis bergengsi yang biasanya digelar di Malaysia ini, resmi dibuka di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis, (9/7/2026).
Langkah strategis ini dinilai memperkuat kolaborasi ekonomi antara Selangor dan Jawa Barat, sekaligus membuka keran investasi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga industri teknologi di kawasan ASEAN. Gelaran internasional ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 9–10 Juli 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, kehadiran delegasi dari Selangor merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus peluang emas bagi Kota Kembang. Terlebih, kedua wilayah memiliki kedekatan sejarah dan budaya sebagai bangsa serumpun.
”Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan. Sebagai saudara serumpun, kita ingin hubungan ini tidak hanya berhenti pada persahabatan, tetapi berkembang menjadi kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Farhan di sela-sela acara.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung berkomitmen penuh untuk menjadi salah satu pintu utama investasi di Jawa Barat.
Oleh karena itu, ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri, akan terus dibuka lebar. Ia pun berharap forum ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan melahirkan proyek-proyek yang konkret.
”Kami berharap pertemuan ini melahirkan investasi baru, kemitraan baru, dan berbagai proyek konkret yang memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia, Malaysia, dan kawasan ASEAN,” katanya.
Di hadapan para delegasi, Farhan juga meniupkan angin segar terkait rencana kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara. Aktivasi ini diyakini bakal mendongkrak konektivitas Bandung dengan Malaysia.
Menurutnya, Bandara Husein akan kembali melayani rute domestik strategis seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar.
Sementara untuk rute internasional, penerbangan akan langsung terhubung ke Singapura, Johor Bahru, dan Kuala Lumpur.
Menyikapi tantangan ekonomi global dan fluktuasi harga energi yang berpotensi memicu kenaikan harga tiket, Farhan mengaku optimistis. Baginya, tantangan itu wajib dijawab dengan meningkatkan daya tarik wilayah.
”Yang harus kita lakukan bukan hanya memikirkan harga minyak, tetapi bagaimana menjadikan Bandung, Jawa Barat, dan Selangor sebagai destinasi investasi dan wisata yang semakin menarik,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan membeberkan data mencengangkan terkait kontribusi Malaysia di tatar Pasundan. Menurut Erwan, Malaysia merupakan salah satu investor raksasa di Jawa Barat.
”Selama lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai sekitar Rp47 triliun. Selain itu, Malaysia juga menjadi salah satu dari sepuluh negara tujuan ekspor terbesar Jawa Barat dengan surplus perdagangan mencapai US$ 1,1 miliar,” ujar Erwan.
Bukan hanya di sektor industri, sektor pelesiran pun didominasi oleh negeri jiran. Wisatan asal Malaysia menyumbang sekitar 12,5 persen dari total kunjungan pelancong mancanegara ke Jawa Barat.
Erwan menilai, Jawa Barat punya modal kuat untuk memanjakan investor. Mulai dari pasar yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 51 juta jiwa, hingga sokongan infrastruktur megah seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, serta konektivitas jaringan jalan tol yang kian terintegrasi
Anggota Dewan Eksekutif Negara Bagian Selangor Bidang Investasi, Perdagangan dan Mobilitas, Ng Sze Han membeberkan alasan kuat di balik penunjukan Bandung sebagai lokasi luar negeri pertama bagi SIBS ASEAN 2026.
Langkah ekspansi ini, kata dia, sejalan dengan visi Pemerintah Selangor untuk menjadikan wilayahnya sebagai gateway to ASEAN sekaligus memperluas jejaring perdagangan regional.
”SIBS bukan hanya memperkuat hubungan ekonomi Selangor dan Jawa Barat, tetapi juga mempererat ikatan serumpun Malaysia dan Indonesia serta membangun dialog ekonomi antarwilayah di ASEAN,” ungkap Ng Sze Han.
Keberhasilan SIBS 2025 di Selangor yang mampu menyedot 50.000 peserta dengan potensi transaksi fantastis mencapai US$2 miliar, menjadi pemantik utama mengapa forum ini harus dilebarkan ke tingkat ASEAN, dan Bandung mendapat kehormatan menjadi pionirnya
Pada edisi Bandung ini, Selangor tak main-main dengan memboyong 70 perusahaan terdiri dari BUMN Malaysia dan swasta serta 225 delegasi. Secara total, perhelatan ini dihadiri lebih dari 400 peserta lintas negara.
Tak cuma urusan makro ekonomi, SIBS ASEAN 2026 di Bandung juga menyuguhkan Selangor Medical Tourism and Education Expo hasil kolaborasi dengan Tourism Selangor dan Education Malaysia Global Services (EMGS). Sebanyak 30 stan pameran dihadirkan untuk mempromosikan layanan kesehatan, wellness, pendidikan tinggi, dan pariwisata medis.
Momentum bersejarah ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) kakap lintas sektor. Di antaranya kerja sama Wanita Berdaya Selangor dengan Bappenas, Caregivers Academy International Group, LPK Darmawan, PT Rukun Sahabat Senior Living Indonesia, ASITA, hingga kolaborasi akademis UNISEL dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC).
Menutup rangkaian pembukaan, Dato Menteri Besar Selangor, Dato Seri Amirudin bin Shari menegaskan bahwa SIBS di Bandung ini adalah fondasi masa depan ekonomi kawasan.
”Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun memiliki tanggung jawab bersama memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus menjaga perdamaian di kawasan,” pungksesnya. (JM)






