KAPOL.ID — DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya memulai babak baru. Pengurus DPD, DPC hingga ranting sudah resmi mengucap sumpah; dalam kegiatan pelantikan sekaligus rapat kerja di Gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (17/6/2026).
Untuk lima tahun ke depan, DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya masih di bawah kepemimpinan Asep Dzulfikri. Beberapa personil Wakil Ketua, termasuk Sekretaris, memang sosok yang baru.
Sebagai Ketua, Asep Dzulfikri menegaskan bahwa kegiatan pelantikan dan Rakerda tersebut merupakan agenda seremonial partai yang terakhir dalam tahun 2026. Selanjutnya, semua elemen partai harus menginjak gas perjuangan.
“Perjuangan sebetulnya adalah setelah kegiatan ini. Semua harus memastikan keliling agar PAN mendapatkan tempat di hati masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Asep Dzulfikri dengan suara lantang.
Asep Dzulfikri begitu yakin kalau partai berlambang matahari itu akan berkembang pesat di Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya, secara perangkat sudah hampir lengkap.
Perangkat itu berupa struktur partai yang sudah lengkap terbangun. Jajaran pengurus sudah terbentuk hingga level paling bawah, ranting.
Belum lagi jaringan relawan. Sejauh ini, DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya sudah merekrut relawan sebanyak 1.500 orang. Asep mengakui bahwa angka tersebut belum cukup, tetapi akan bertambah seiring berjalannya waktu.
“Relawan kami yang 1.500 orang itu memang belum maksimal. Tapi kami berkomitmen bahwa itu akan terus berproses sampai sesuai dengan jumlah TPS, 5.000 orang,” tegas Asep Dzulfikri.
Selanjutnya, di hadapan ratusan kader yang hadir; Asep Dzulfikri berpesan bahwa kunci keberhasilan perjuangan meraih cita-cita partai adalah melaksanakan program yang menyentuh masyarakat. Tetapi tidak boleh mengabaikan tiga faktor penting.
“Pertama, kader PAN harus memiliki integritas, percaya diri sebagai kader PAN. Niatkan semua yang kita lakukan demi kepentingan masyarakat. Tunjukkan eksistensi di semua lini sampai pelosok. Kita tidak cukup dengan teriak, tetapi harus mengawal kepentingan masyarakat,” Asep Dzulfikri menekankan.
Perjuangan membela masyarakat Kabupaten Tasikmalaya memang tidak ringan. Sebab kata Asep: ada 3.000 orang anak putus sekolah, 3.500 orang pengangguran, dan 185.000 orang dalam kondisi miskin. PAN harus hadir di tengah kondisi demikian.
Faktor kedua adalah moralitas. Semua kader PAN harus taat pada aturan hukum dan aturan partai. Dengan moralitas yang baik, kepercayaan masyarakat akan terbangun dengan sendirinya.
“Ketiga, kita harus punya loyalitas. Tanpa itu semua perjuangan akan sia-sia. Buat apa datang jauh-jauh jika hanya mendengar? Niatkan untuk berjuang bukan hanya untuk partai melainkan untuk publik luas. Dengan demikian akan terwujud soliditas yang kuat,” tandas Asep Dzulfikri.
Di pihak lain, Ketua DPW PAN Jawa Barat; Ahmad Najib Qodratullah mengaku lebih senang kalau kader lebih banyak aksi ketimbang bicara. Karena itu, ia menuntut kader PAN mulai menginjak gas perjuangan.
“Momen ini bagi saya sangat luar biasa. Tinggal bagaimana ke depan kita berjuang supaya PAN mampu berdiri tegak sejajar dengan partai-partai lain di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Najib.
Untuk sampai pada tujuan kejayaan PAN di Kabupaten Tasikmalaya, kata Najib, kadernya harus memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi. Dengan demikian setiap gerak langkah yang ditempuh menjadi respon positif atas persoalan sosial kemasyarakatan.
Hal tersebut penting bagi PAN. Sebab pada pemilu mendatang, PAN harus mampu meningkatkan perolehan suara yang signifikan.
“PR kita ke depan adalah meningkatkan kursi. Saat ini baru punya empat kursi dari tujuh Dapil. Setidaknya ada tiga Dapil yang harus diupayakan. Lakukan konsolidasi organisasi,” tandas Najib.












