KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – SMA Negeri 18 Kota Bandung mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertema “Sekolah Ramah”. Selama lima hari, sebanyak 506 peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 18 Bandung, Agus Ali Asikin, S.Pd., mengatakan tema tersebut dipilih sebagai implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan yang juga selaras dengan semangat Panca Waluya, program pembentukan karakter peserta didik di Jawa Barat.
“Melalui tema Sekolah Ramah ini, kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter siswa sesuai nilai-nilai Panca Waluya,” kata Agus, Jumat (17/7/2026).
MPLS berlangsung selama lima hari, yakni 15–17 Juli dan dilanjutkan pada 20–21 Juli 2026. Selama kegiatan, para siswa dibekali berbagai materi untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mengikuti proses pembelajaran di jenjang SMA.
Materi yang diberikan meliputi bela negara, penguatan karakter Panca Waluya, asesmen kebugaran, serta asesmen yang diterbitkan Kementerian Pendidikan. Tahun ini juga diperkenalkan sejumlah program baru, di antaranya pembiasaan Tujuh Anak Hebat serta keterlibatan personel TNI dan Polri dalam penyampaian materi.
Untuk memperkaya wawasan peserta didik, SMAN 18 Bandung turut menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Pajak, TNI, Polri, hingga para guru di lingkungan sekolah.
Agus menegaskan, pelaksanaan MPLS di SMAN 18 Bandung sepenuhnya mengedepankan prinsip ramah anak dan bebas dari praktik perploncoan. Penegakan disiplin, kata dia, tetap diterapkan, namun dilakukan secara edukatif tanpa tindakan yang merendahkan peserta didik.
“Kami tetap menanamkan disiplin, misalnya soal ketepatan waktu. Namun tidak ada bentakan ataupun perlakuan yang mengarah pada perploncoan. Tujuannya membangun kebiasaan baik, bukan membuat siswa merasa tertekan,” ujarnya.
Selama MPLS, sekolah juga melibatkan pengurus OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta berbagai organisasi ekstrakurikuler. Keterlibatan mereka bertujuan mengenalkan kehidupan sekolah sekaligus membantu siswa menemukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap peserta didik baru memiliki bekal karakter yang kuat, disiplin, berakhlak baik, serta mampu mengembangkan potensi diri sejak awal menempuh pendidikan di SMAN 18 Bandung.
“Kami berharap MPLS menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenali potensi diri, menentukan arah belajar, serta mulai merancang cita-cita yang ingin diraih setelah lulus nanti,” pungkas Agus (AM)






