KABAR PRIANGAN ONLINE – Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dibuktikan secara nyata oleh SMAN Conggeang melalui pembenahan infrastruktur secara masif.
Langkah strategis ini diwujudkan lewat proyek revitalisasi besar-besaran yang mencakup rehabilitasi ruang kelas serta optimalisasi berbagai sarana penunjang pembelajaran.
Dengan total anggaran sebesar Rp1,2 miliar, proyek ini menargetkan peremajaan di tujuh sektor area strategis sekolah. Langkah progresif ini menjadi lompatan krusial bagi SMAN Conggeang dalam menyelaraskan diri dengan tuntutan zaman, terlebih institusi pendidikan yang berdiri sejak tahun 1984 tersebut kini mengemban amanah besar dalam mendidik sedikitnya 800 siswa.
Kepala SMAN Conggeang, Dra. Yayan Kurnia, M.Si., menegaskan bahwa pembenahan fisik ini merupakan bagian integral dari visi besar sekolah untuk menghadirkan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan representatif demi mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan seluruh siswa mendapatkan haknya untuk belajar di lingkungan yang kondusif. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memacu mutu akademis sekaligus kenyamanan seluruh civitas akademika SMAN Conggeang,” ujar Yayan, Rabu (15/7).
*Cetak Biru Penataan Tujuh Fasilitas Strategis*
Alokasi dana sebesar Rp1,2 miliar tersebut diurai secara cermat untuk menyentuh berbagai aspek krusial yang menopang aktivitas akademis maupun non-akademis siswa. Berikut adalah rincian tujuh sektor yang masuk dalam radar revitalisasi:
Rehabilitasi 2 Ruang Kelas: Didesain untuk menciptakan ruang komparatif yang lebih segar dan nyaman dalam proses belajar-mengajar harian.
Laboratorium Kimia: Direvitalisasi demi mendukung kultur praktik sains yang lebih modern, adaptif, dan aman.
Ruang Bimbingan Konseling (BK): Dihadirkan sebagai ruang privasi yang lebih representatif untuk pendampingan psikologis dan konsultasi siswa.
Ruang OSIS: Dipermak sebagai wadah inkubasi kepemimpinan dan pengembangan karakter organisasi siswa.
Perpustakaan: Dikonsep ulang menjadi pusat literasi yang estetik demi mendongkrak minat baca warga sekolah.
Unit Kesehatan Sekolah (UKS): Peningkatan standardisasi fasilitas layanan kesehatan pertolongan pertama di lingkungan sekolah.
Masjid: Perluasan dan optimalisasi sarana ibadah guna memperkokoh fondasi spiritualitas seluruh civitas akademika.
*Mengawal Transparansi Lewat Mekanisme Swakelola*
Demi menjamin akuntabilitas dan ketepatan spesifikasi teknis di lapangan, manajemen sekolah menerapkan mekanisme swakelola. Proyek ini dikomandoi langsung oleh Dedi Junaedi selaku Ketua Panitia Pembangunan Sekolah Pusat (P2SP), didampingi Ketua Komite Sekolah, Tasdi. Dari sisi teknis, tim dibersamai oleh perencana ahli serta menggandeng Konsultan Tegar sebagai pengawas independen.
Menindaklanjuti mandat dan arahan dari Kepala Sekolah, Ketua P2SP SMAN Conggeang, Dedi Junaedi, menyatakan kesiapan penuh timnya untuk mengawal integritas proyek ini di setiap fasenya.
“Kami memegang teguh amanah ini. Bersama tim perencana teknis dan Konsultan Tegar, kami memastikan setiap rupiah dari anggaran Rp1,2 miliar ini mewujud nyata pada struktur bangunan yang kokoh, aman, dan presisi secara standar teknis. Seluruh pengerjaan kami lakukan secara transparan dan akuntabel demi memberikan fasilitas terbaik bagi anak-anak kita,” tegas Dedi.
Lewat sinergi yang solid antara kebijakan manajerial sekolah, komite, dan pengawasan teknis yang ketat, proyek revitalisasi ini diharapkan dapat rampung tepat waktu dengan hasil memuaskan.
Langkah maju dari sekolah yang telah berkiprah sejak 1984 ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah Sumedang dalam mencetak generasi emas yang unggul secara intelektual maupun karakter.(Guh)***







