KAPOL.ID — Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya sudah meriah sejak pagi, Rabu (22/7/2026). Ada perayaan Hari Anak Nasional di sana. Rencananya, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 24 jam tanpa jeda.
Peringatan Hari Anak Nasional sendiri terselenggara atas prakarsa Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya. Di belakangnya sejumlah pihak turut menyokong.
“Banyak pihak yang ikut menyokong kegiatan ini. Antara lain TNI, Polri, Pemerintah Daerah, kelompok masyarakat, hingga kalangan pengusaha,” terang Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.
Tajuk kegiatan tersebut Kampanye Anti Kekerasan pada Anak. Konsepnya dinamis dan interaktif, lain dari tahun-tahun sebelumnya.
Bagi KPAID, penyelenggaraan kegiatan selama 24 jam tanpa jeda bukan tanpa makna. Ini isyarat bahwa pemenuhan rasa aman bagi anak harus sepanjang waktu. Setiap hari selama 24 jam.
Begitu juga dengan peringatan Hari Anak Nasional, tidak boleh sekadar seremonial. Ruang edukatif patut dibuka sepanjang waktu sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Fokus kegiatannya penguatan kapasitas keluarga. Makanya yang kami undang bukan hanya anak, tetapi juga para orang tua. Kami bahas juga soal pengawasan orang tua di dunia maya,” tambah Ato.
Sejauh ini, ruang digital memang riskan bagi anak yang tanpa pengawasan. Banyak kasus kekerasan pada anak bermula dari interaksi di ranah media sosial.
Di samping penguatan kapasitas keluarga, pada kegiatan yang sama juga ada rangkaian unjuk kreativitas anak, khitanan massal, hingga bakti sosial. Bahkan Pangdam III Siliwangi berencana hadir pada kegiatan penutup.
Di pihak lain, Kepala Dinsos P2KBP3A sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Wini, M.Si., mengapresiasi inisiatif KPAID itu. Baginya, melindungi anak memang butuh komitmen bersama dari seluruh elemen daerah.
Misalnya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Sekali menangkap indikasi kekerasan, segera lapor kepada pihak yang berwenang.
“Melalui kegiatan ini kami berharap semua pihak dapat sama-sama mengawal hak-hak anak secara berkelanjutan. Secara kewilayahan juga kami dapat mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” harap Wini.












