KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian seni tradisi sekaligus wujud pengabdian Tridharma Perguruan Tinggi, dosen asal Kota Tasikmalaya, Yoga Gandara, menggelar Pasanggiri Kawih Sunda karya maestro Mang Koko.
Ajang kompetisi vokal dalam bentuk rampak sekar ini ditujukan bagi para pelajar tingkat SMA/SMK se-Priangan Timur guna menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap seni vokal tradisional Sunda.
Dalam pasanggiri ini, dua karya fenomenal Mang Koko dipilih menjadi lagu wajib, yakni “Badminton” dan “Batik Tasik”.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Yoga Gandara mengungkapkan, pemilihan kedua judul lagu tersebut berdasarkan rekomendasi dewan juri. Selain masih populer hingga saat ini, kedua materi kawih tersebut masuk dalam konteks Kantja Indihiang karya sang maestro.
”Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari Workshop Kawih Sunda Karya Mang Koko yang sebelumnya telah diikuti oleh para guru Seni Budaya dan Bahasa Sunda jenjang SMA/SMK se-Priangan Timur pada 16 April 2026 lalu di Hotel Harmoni Tasikmalaya,” ujar Yoga.
Mengusung tema “Mulasara Rumpaka, Ngariksa Nada: Ngamumule Warisan Mang Koko pikeun Generasi Ngora”, Yoga berharap ajang ini tidak sekadar menjadi tempat berburu gelar juara.
”Kami ingin memotivasi peserta bahwa dengan ikut pasanggiri ini, secara langsung mereka telah berpartisipasi menjaga dan melestarikan warisan budaya Sunda, khususnya seni kawih,” tegasnya.
Ia menambahkan, mengangkat dua materi kawih karya seniman legendaris asal Kecamatan Indihiang ini diharapkan mampu menjadi pemantik rasa bangga generasi muda terhadap maestro lokal.
Sistem Lomba dan Total Hadiah
Mengenai mekanisme perlombaan, Yoga menjelaskan bahwa babak penyisihan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) menggunakan minus one yang disediakan oleh panitia.
Selanjutnya, sebanyak 15 grup atau sekolah terbaik akan disaring untuk melangkah ke babak final yang digelar secara tatap muka (luring).
”Pada babak final nanti, para finalis akan tampil diiringi musik pengiring langsung dari panitia. Total hadiah yang kami sediakan mencapai Rp 10 juta,” jelas Yoga.
Kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, serta LPDP. Pihaknya pun mengimbau sekolah-sekolah jenjang SMA/SMK di Priangan Timur untuk segera mendaftarkan tim terbaiknya.
Apresiasi dari Siswa dan MGMP
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari kalangan pelajar. Filda Khotimatunajah, salah seorang peserta dari SMAN Cigalontang, menilai pasanggiri ini menjadi wadah tepat untuk mengekspresikan bakat seni Sunda.
”Banyak yang bilang anak muda sekarang kurang suka seni Sunda. Menurut saya bukan kurang suka, tapi memang kurang wadah dan kesempatan untuk berekspresi. Saya berharap acara seperti ini bisa jadi agenda rutin tahunan,” ungkap Filda.
Dukungan senada disampaikan oleh Ketua MGMP Seni Budaya SMK Kota Tasikmalaya yang juga Guru Seni Budaya SMKN 1 Tasikmalaya, Yayan Nuryana.
Yayan mengapresiasi alur program yang diawali dengan pelatihan guru sebelum dilanjutkan ke tingkat siswa melalui ajang pasanggiri.
”Sangat bagus karena dimulai dari penguatan kapasitas guru, lalu diseminasikan ke siswa melalui perlombaan. Harapan kami kegiatan berdampak positif seperti ini bisa terus berlanjut secara berkesinambungan,” tutur Yayan.(Adji Shg)







