KAPOL.ID — Sebagai salah satu sekolah legendaris yang berdiri sejak 1972 di Kecamatan Anjatan, SMP Pemda Anjatan Indramayu telah melahirkan ribuan alumni sukses. Sayangnya, kejayaan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi fisik bangunannya yang kini memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.
Kepala SMP Pemda Anjatan, Toniman, mengungkapkan bahwa minimnya dukungan perbaikan dari pemerintah daerah membuat pengembangan sarana sekolah berjalan lambat. Meskipun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan lancar, rehabilitasi fasilitas sekolah belum terealisasi secara optimal.
“Sekolah ini adalah yang tertua di Anjatan. Namun, bantuan rehabilitasi sejauh ini sangat minim dan sebatas perbaikan ringan, seperti pengecatan atau penambalan tembok. Dari idealnya 15 Ruang Kelas Belajar (RKB), kami baru memiliki 11 ruang. Jadi, masih kekurangan empat RKB,” ujar Toniman, Rabu (29/7/2026).
Dengan total 491 siswa, Toniman berharap Pemkab Indramayu dan dinas terkait dapat tergerak untuk membantu mewujudkan sarana belajar yang layak. Pihak sekolah berkomitmen untuk tidak membebankan biaya pembangunan kepada orang tua siswa.
Senada dengan kepsek, Ketua Komite SMP Pemda Anjatan, Amaludin, menegaskan pentingnya respons positif dari dinas terkait atas keluhan yang disampaikan pihak sekolah. Ia menekankan bahwa selama ini pihak komite dan sekolah selalu berkoordinasi dalam mencari solusi tanpa memberatkan wali murid.
“Koordinasi menjadi prioritas kami. Setiap keputusan diambil berdasarkan musyawarah bersama. Kami tidak ingin mengambil langkah sepihak yang membebankan orang tua siswa,” tegas Amaludin. (Mansur Kurdi)***












