BIROKRASI

‘Ditantang’ Camat Soal Isu Kekerasan & Kemiskinan, Ini Jawaban Ketua Harian MUI Sukasari, KH. Asep Sopyan

×

‘Ditantang’ Camat Soal Isu Kekerasan & Kemiskinan, Ini Jawaban Ketua Harian MUI Sukasari, KH. Asep Sopyan

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa/Pemerintah Kecamatan Sukasari Pemda Kabupaten Sumedang.**

KABAR PRIANGAN ONLINE – Tantangan terbuka dilayangkan Camat Sukasari, Mirsana Ishendaru Mahendra Putra, dalam agenda Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukasari masa bakti 2026-2031, Rabu (05/08/2026).

Di hadapan jajaran ulama dan tokoh masyarakat, Camat memaparkan sederet potret buram wilayah mulai dari kemiskinan warga, krisis air bersih, kenakalan remaja, hingga maraknya kasus kekerasan seksual.

Merespons tantangan sosial tersebut, Ketua Harian MUI Kecamatan Sukasari terpilih, KH. Asep Sopyan R., S.Ag., menegaskan komitmennya untuk mereposisi peran lembaga keagamaan ini agar tidak sekadar menjadi panggung seremonial.

“MUI adalah wadah berkumpulnya orang-orang berilmu sesuai kapasitasnya. Karena itu, MUI harus intensif berkumpul untuk merumuskan jawaban konkret atas kompleksitas persoalan agama dan kebangsaan di akar rumput,” tegas KH. Asep Sopyan.

Sinergi Strategis dan Pesan Pelayan Umat

Prosesi pengukuhan yang dipimpin Ketua Umum MUI Kabupaten Sumedang, KH. Rd. Uci Sanusi, ini turut mendapat sorotan dari Keluarga Besar HAMIDA Sumedang.

Perwakilan HAMIDA, KH. Shofwan Wahyudin, menyampaikan rasa bangga atas keterpilihan KH. Asep Sopyan yang juga menjabat Dewan Penasehat HAMIDA Sumedang.

“Ini amanah besar. Kami optimistis di bawah kepemimpinan beliau, syiar Islam kian maju, solidaritas umat menguat, dan sinergi ulama-umara dalam menyelesaikan masalah kemasyarakatan berjalan linier,” ujar KH. Shofwan.

Sebagai panduan kerja lima tahun ke depan, Ketum MUI Kabupaten Sumedang, KH. Rd. Uci Sanusi, mengingatkan esensi pengurus sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan menginstruksikan kepengurusan baru untuk langsung mengeksekusi tiga mandat Raker:

Menjaga keharmonisan dan persatuan di semua tingkatan masyarakat.

Mengedukasi serta membentengi moralitas generasi muda dari penyakit sosial.

Menjadikan MUI sebagai pusat solusi atas persoalan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.***